Pembatasan Subsidi BBM
Pakai Bahan Bakar Gas, Mesin Nyaris Tak Terdengar
Dalam rangka menunjang misi pemerintah untuk membatasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka menunjang misi pemerintah untuk membatasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo menghimbau agar seluruh masyarakat bisa mengganti BBM menjadi Bahan Bakar Gas (BBG).
Saat kunjungan ke PT Dirgantara Indonesia, Widjajono sempat mencoba mobil yang telah dikonversikan menggunakan BBG.
Menurut Widjajono, ada banyak keuntungan kendaraan roda empat menggunakan BBG.
"Kalau masyarakat memakai kendaraan roda empat banyak yang sudah pakai gas, volume bensin lebih hemat dan suara mesin nyaris tak terdengar,"ujar Wakil Menteri ESDM, saat mengunjungi PT Dirgantara Indonesia, di BSD, Kamis (12/1/2012).
Wakil Menteri ESDM menjelaskan kalau pengembangan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) akan menjadi banyak, kalau masyarakat ikut andil dalam pemakaian BBG.
Dalam hal ini, pihak swasta akan ikut andil dalam penjualan BBG.
"Kalau CNG (BBG) harganya Rp 4.100 perliter. Karena murah, kita utamakan dulu kendaraan umum. Harga LGV (Vigas) akan diberlakukan sebelum 1 april. Kalau CNG harga perliternya Rp 3.100 swasta nggak mau ngembangin karena nggak untung," jelas Wakil Menteri ESDM.