Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Harga Minyak Mentah Indonesia Bisa Capai 150 Dolar AS

Tribunnews.com - Jumat, 3 Februari 2012 08:09 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Harga Minyak Mentah Indonesia Bisa Capai 150 Dolar AS
ist
Ilustrasi produsen bahan bakar minyak bumi

Laporan Wartawan Kontan, Petrus Dabu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Faktor geopolitik di Timur Tengah yaitu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP) jauh di atas level saat ini. Januari 2012 ini saja, ICP sudah menyentuh level  115,90 dolar AS per barel meningkat 4,6 persen dari posisi Desember 2011.

Salah satu faktor pendongkrak ICP Januari 2012 adalah ketegangan dua negara tersebut. Menurut Pengamat Perminyakan Kurtubi, apabila ketegangan itu terus berlanjut dan Iran sampai memblokir jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, maka ICP bisa menyentuh level 150 dolar AS per barel hingga akhir tahun nanti. Atau jauh di atas asumsi pemerintah dalam APBN 2012 yang hanya 90 dolar AS per barel.

"Faktor geopolitik yang akan memberikan range itu sangat besar, harga ICP bisa naik, kalau melihat supply and demand saja dan tidak ada faktor geopolitik, maka rata-rata harga ICP tahun 2012 ini sebesar 115 dolar AS per barel," ujar Kurtubi kepada KONTAN, Kamis (2/2/2012).

Menghadapi fluktuasi harga minyak seperti ini, menurut Kurtubi pemerintah harus mulai mengarahkan kebijakan energi pada pengurangan konsumsi minyak. Diganti dengan penggunaan gas. Karena itu, infrastruktur gas harus segera dibangun.

"Karena di samping harga minyak dunia berpotensi naik secara signifikan, juga produksi minyak di dalam negeri sangat rendah dan terus turun. Itu sebabnya, kebijakan BBM ke depan harus mengarah pengurangan ketergantungan pada BBM," sarannya.

Karena itu, Kurtubi juga meminta pemerintah tidak meneruskan rencana kebijakan pembatasan BBM seperti yang saat ini ramai dibicarakan. "Kebijakan pembatasan BBM yang menggiring rakyat secara massal pindah dari premium ke pertamax, itu kebijakan yang salah. Karena itu artinya pindah dari BBM ke BBM," ujarnya.

Dengan terus meningkatnya harga minyak mentah, dalam jangka pendek kata dia untuk menyelamatkan APBN, pemerintah juga disarankan untuk menaikkan harga premium.


Editor: Hendra Gunawan  |  Sumber: Kontan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup