Kamis, 11 Juni 2026

Harga BBM Naik

Harga BBM Sudah Naik, Masyarakat Minta Prabowo Nahan Bank Tak Naikkan Bunga KPR: Berat Pengeluaran

Ruang keuangan rumah tangga semakin sempit karena kenaikan berbagai kebutuhan hidup tidak diimbangi dengan peningkatan gaji.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews/Jeprima
BUNGA KPR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Salah satu nasabah KPR, Gito, berharap Presiden Prabowo dapat menginstruksikan bank-bank BUMN untuk tidak menaikkan suku bunga KPR setelah BI Rate naik jadi 5,50 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Nasabah KPR meminta Presiden Prabowo menahan perbankan, khususnya bank BUMN, agar tidak menaikkan bunga KPR setelah BI Rate naik menjadi 5,50 persen.
  • Kekhawatiran muncul setelah harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter, menambah tekanan biaya hidup masyarakat.
  • BTN memperingatkan kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan risiko kredit macet, terutama bagi debitur KPR yang sudah masuk masa bunga floating.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah masyarakat yang tengah mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berharap Presiden Prabowo Subianto menahan perbankan nasional tidak menaikkan suku bunga KPR menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen.

Kekhawatiran tersebut muncul di tengah meningkatnya beban hidup masyarakat setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax RON 91 mengalami kenaikan jadi Rp16.250 per liter.

Kondisi ini dikhawatirkan semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan pokok dan biaya pendidikan.

Baca juga: BI Rate Naik, Bagaimana dengan Pemilik KPR dan Kredit Lain? Rem Pengeluaran, Siaga Hadapi Cicilan

Salah satu nasabah KPR di Bank Tabungan Negara (BTN), Gito, berharap Presiden Prabowo dapat menginstruksikan bank-bank BUMN untuk tidak menaikkan suku bunga KPR

Menurutnya, tambahan beban cicilan rumah akan semakin memberatkan kondisi keuangan keluarga.

"Saya berharap Presiden Prabowo bisa meminta bank-bank BUMN agar tidak menaikkan bunga KPR. Pertamax sudah naik, nanti kalau KPR bunganya naik, berat banget ini pengeluaran," kata Gito, Rabu (10/6/2026).

Saat ini, Gito mengaku bunga KPR yang dibayarkannya telah memasuki periode floating dengan besaran sekitar 14 persen. 

Dengan tingkat bunga tersebut, dirinya khawatir kenaikan suku bunga lanjutan akan membuat cicilan bulanan semakin membengkak dan berpotensi mengganggu kemampuan bayar nasabah.

Keluhan serupa disampaikan Sulis, nasabah KPR BNI. 

Ia mengatakan saat ini bunga KPR yang dikenakan kepadanya berada di level floating sebesar 13,5 persen. 

Menurutnya, ruang keuangan rumah tangga semakin sempit karena kenaikan berbagai kebutuhan hidup tidak diimbangi dengan peningkatan gaji yang tinggi.

"Kalau bunga KPR naik, pengeluaran bertambah berat banget. Kenaikan gaji juga enggak imbang sama kenaikan harga barang-barang semua sekarang. Ditambah harga Pertamax juga naik tinggi," ujar Sulis.

Oleh sebab itu, Gito maupun Sulis berharap pemerintah bersama perbankan dapat mencari solusi agar kenaikan BI Rate tidak langsung diteruskan ke bunga KPR

Potensi Kredit Macet

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved