Kamis, 24 Mei 2012
Tribunnews.com

Elza Syarief: Kalau ke KPK, Denny Gue Cekik

Tribunnews.com - Kamis, 9 Februari 2012 14:09 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Elza Syarief: Kalau ke KPK, Denny Gue Cekik
Tribunnews.com/Yogi Gustaman
Tim kuasa hukum tersangka suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin. (Kiri-kanan) Elza Syarief, Otto Hasibuan, Hotman Paris, Rufinus Hutauruk, Albert 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat Hukum M Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA GAMES, angkat bicara mengenai temuan Wamenkum HAM Denny Indrayana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2012) malam.

Rufinus Hutauruk mengatakan pertemuan yang dilakukan M. Nasir selaku adik dari Nazaruddin pada malam tadi sangatlah wajar. Mengingat, Nasir selaku adik yang merasa khawatir lantaran abangnya sedang mengalami tangguan kesehatan di balik jeruji besi tersebut.

"Di luar jam berkunjung? Apakah salah ada seorang saudara yang sedang sakit lalu dijenguk?" ujar Rufinus saat dihubungi wartawan, Kamis (9/2/2012).

Bahkan lebih ekstrim, menangapi pernyataan Denny Indrayana siang ini yang mengatakan ada salah satu tim pengacara Nazar ikut berkumpul malam tadi, membuat Ketua tim pengacara Nazar yakni Elza Syarif geram kepada sikap Denny yang terkesan tidak manusiawi terhadap warga binaaan lapas.

"Eh dia (Denny) kalau di KPK gue cekik lho. Kalau begitu suruh dia ketemu sama saya, berdua (dengan Rufinus) kalau memang ada salah satu lawyer kami, dia boleh bunuh saya, tapi kalau itu (kalau tidak ada) kubunuh dia," ujar Elza dengan geram menanggapi pernyataan Denny yang mengatakan di buku tamu Nazaruudin sudah ada beberapa kali pertemuan di luar jam berkunjung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) beberkan pertemuan antara kubu Muhammad Nazaruddin dengan kubu Mindo Rosalina Manulang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Rabu (8/2/2012) malam tadi.

Dalam pertemuan itu, kata Denny tertangkap Muhammad Nazaruddin sedang bersama M Nasir dan mantan pengacara tahanan kasus wisma atlet Mindo Rosalina Manulang, Djufri Taufi dan Arif Rahman yang diduga sedang melakukan diskusi perkara.

"Tadi malam kurang lebih Jam 23.00 WIB saya degan beberapa orang staf melakukan sidak ke Lapas Cipinang. Sidak ini kami lakukan karena tadi malam melalui CCTV kami melihat ada kegiatan di sana dan perlu di pantau," papar Denny saat menggelar jumpa pers terkait hasil sidak malam tadi di Kantor Kemenkumham, Jakarta Kamis (9/2/2012).

Sebelum memergoki kegiatan mereka, Denny mengatakan sempat mengambil gambar beberapa kendaraan yang terparkir di lapas Cipinang setibanya di lapas. Setelah itu rombongan Denny bergegas menuju suatu ruangan yang katanya merupakan ruang tertutup tempat perbincangan keempat Nazar dan yang lainnya.

"Ini adalah pertemuan di luar aturan karena mestinya Pukul 10.00 - 12.00 WIB, lalu pukul 13.00 - 15.30 WIB jam kunjungannya," ujar Denny.

Kendati demikian Nasir dan Jupri menjelaskan bahwa kedatangan mereka lantaran mendengar kabar Nazaruddin yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Tapi tetap saja jam kunjung berlaku, bukan berarti bebas berkunjung," sergah Denny.

Sementara itu, juga ditemukan sebuah buku tamu M. Nazaruddin. dari buku tersebut, terungkap bahwa Nazar memiliki buku tamu kunjungan sendiri di luar buku tamu lapas. "Beberapa kunjungan memang sering dilakukan di luar waktu," imbuh Denny. (Edwin Firdaus)


Penulis: Edwin Firdaus  |  Editor: Gusti Sawabi
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup