Rabu, 10 Juni 2026

Nasib Anas di Demokrat

Anas Urbaningrum Lebih Baik Minta Pembuktian Terbalik

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang siap digantung di Monas atau ditembak kepalanya jika terbukti terlibat kasus Wisma Atlet

Tayang:
Penulis: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang siap digantung di Monas atau ditembak kepalanya jika terbukti terlibat kasus Wisma Atlet dan Hambalang adalah langkah putus asa.

"Anas sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menyakinkan masyarakat, sehingga dia pun nekad melontarkan pernyataan itu," ujar pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah, Minggu (11/3/2012).

Iberamsjah mengatakan hukuman publik jauh lebih kejam daripada hukuman pidana. Pernyataan itu juga semakin meyakinkan publik Anas benar-benar terlibat dalam berbagai tindak pidana korupsi yang ditudingkankan padanya.

Iberamsjah pun menyarankan Anas untuk mengeluarkan pernyataan yang lebih efektif dan cerdas jika dirinya benar-benar tidak bersalah. Iberamsjah justru menyarankan Anas untuk mengeluarkan pernyataan meminta KPK untuk menggunakan pembuktian terbalik atas harta yang dimilikinya.

“Kalau saya jadi Anas dan yakin bahwa tidak bersalah maka saya lebih baik mengeluarkan pernyataan agar KPK memeriksa dengan pembuktian terbalik daripada pernyataannya bersedia digantung atau ditembak. Saya akan mempersilakan KPK memeriksa asal usul kekayaan saya berupa rumah-rumah, mobil-mobil maupun harta kekayaan lainnya yang dimilikinya,” imbuhnya.

Lantas mengapa Anas lebih memilih pernyataan bersedia di gantung di Monas daripada membuktikan terbalik hartanya? Iberamsjah pun mengatakan Anas tidak berani mengatakan hal itu karena faktanya dia pun nampaknya tidak bisa menjelaskan asal usul berbagai kekayaan yang dimilikinya.

“Kalau saya lihat Anas justru lebih takut mengeluarkan pernyataan pembuktian terbalik daripada di tembak atau digantung, karena kalau dengan pembuktian terbalik dia kesulitan menjawab sumber dana dari berbagai harta yang dimilikinya. Dia kan tidak pernah kerja selain menjadi anggota KPU, Anggota DPR dan Ketua Umum. Memangnya dari pengalaman kerja seperti itu bisa membeli beberapa rumah mewah, mobil mewah dan lain sebagainya?,” tandas Iberamsjah.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved