City Farming dan Hidroponik Citra Pertanian Modern
Dua sistem pertanian tersebut sangat tepat diterapkan di Medan, mengingat potensi lahan di kota ini kian menipis akibat laju pertumbuhan yang kian
Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kian minimnya lahan pertanian di Medan akibat tingginya laju konversi ke sektor perumahan, harus segera ditindaklanjuti dengan menjalankan sistem pertanian city farming dan hidroponik, yang sering disebut sebagai sistem pertanian modern.
Dari penuturan Manager Riset Development Information Communication and Technology Bitra Indonesia Iswan Kaputra, dua sistem pertanian tersebut sangat tepat diterapkan di Medan, mengingat potensi lahan di kota ini kian menipis akibat laju pertumbuhan yang kian deras.
"Umumnya kalau untuk kawasan Medan perkotaan cocok menerapkan sistem hidroponik. Karena sistem ini tidak membutuhkan media tanah hanya memerlukan tabung dan media air. Sementara untuk wilayah urban atau pinggiran sesuai dengan sistem city farming, karena masih membutuhkan media tanah untuk menanam," ujar Iswan Kaputra di kantornya, Kamis (24/5/2012).
Ia menyebut selain sektor properti, konversi lahan pertanian yang banyak mereka jumpai di beberapa wilayah Sumatera Utara mengarah ke monokultur seperti tanaman sawit. Untuk itu city farming yang berhasil digalakkan di kota-kota seperti Solo, Purwokerto dan Klaten harus segera dicontoh.
Baca juga:
- Ada 67 Bank Beri Bunga Khusus ke Nasabah
- Hotel Amaris Singapura Tahun ini Beroperasi
- 4.000 Rekening Baru Pasar Modal Target PIMP Medan 2012
- PIPM Medan Targetkan 4 Perusahaan Terjun ke BEI