Pengunjung dan Pasien RS di Bone Dimintai KTP
Sejumlah pasien maupun pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru pihak rumah sakit
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin
TRIBUNNEWS.COM, WATAMPONE -- Sejumlah pasien maupun pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru pihak rumah sakit dimintai Kartu Tanda Penduduknya (KTP). Permintaan ini disinyalir guna mendukung Irsan Galigo yang akan maju melalui jalur independen.
Seperti yang dialami Hery salah satu pengunjung yang ditemui di rumah sakit, Minggu (3/6/2012). Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit meminta foto copy KTPnya. Ia juga menjelaskan hal serupa juga dialami pengunjung lainnya.
Kepala Humas Rumah Sakit, Syahrir membantah bahwa pihaknya mewajibkan setiap pasien maupun pengunjung untuk mengumpulkan KTP kecuali keperluan rumah sakit itu sendiri. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya keluarga pasien yang diminta untuk menyerahkan foto copy KTP-nya.
Sebelumnya, sejumlah tenaga honorer yang bertugas di rumah sakit juga diminta untuk memberikan dukungan foto copy KTP. Permintaan ini disampaikan dalam rapat tertutup dengan managemen rumah sakit. Rapat itu dilaksanakan khusus bagi tenaga perwat yang masih berstatus honor, sedangkan yang pegawai negeri sipil tidak dilibatkan.
Juru bicara Irsan Galigo Ali Sadikin, mengatakan, tidak ada paksaan untuk PNS. Kalau ada yang menyerahkan dukungan itu atas kehendak pribadi.
Pelaksana tugas Sekkab Bone Achmad Amien, tidak ada larangan untuk PNS menyerahkan dukungan kepada calon independen. Menurut dia, yang dilarang dalam undang-undang nomor 53 tahun 2010, itu, PNS tidak boleh mengkampanyekan salah satu kandidat. “Memang dilarang kah itu? Setahu saya tidak ada larangan,” ucapnya.
Baca juga: