Calon Presiden 2014
Popularitas JK Bisa Buat Kisruh di Internal Golkar
Popularitas Jusuf Kalla dalam pencalonan presiden akan menimbulkan keributan di tubuh Partai Golkar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Popularitas Jusuf Kalla dalam pencalonan presiden akan menimbulkan keributan di tubuh Partai Golkar. Pasalnya, popularitas Kalla di atas Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, yang juga mencalonkan diri sebagai presiden.
Demikian disampaikan Penasehat Soegeng Sarjadi Syndicate(SSS), Soegeng Sarjadi usai rilis Survei Pemetaan Capres 2014 di 33 Provinsi, 163 Kabupaten atau Kota, di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).
Pada satu sisi, JK masih tercatat tokoh Golkar yang cukup berakar. Berdasar survei SSS, dukungan publik terhadap Kalla 14,9 persen. Sedangkan Aburizal atau Ical hanya 10,6 persen. Popularitas Kalla, ketiga di bawah Prabowo Subianto 25,8 persen dan Megawati Soekarnoputri 22,4 persen.
Dengan hasil survei ini, menurut Soegeng, Ical tidak boleh memaksakan diri untuk maju. Ical harus menyadari, bahwa jajak pendapat adalah momen opname dari masyarakat, atau sentimen publik.
"Akan ada riak di Golkar kalau memaksakan Ical. Apalagi dengan cara membuat pool (jajak pendapat) yang memenangkan dia. Saya sudah bilang satu pool hanya Rp 800 juta. Kalau ada orang yang mau nge-pool dia mintanya Rp 5 miliar, pasti ada apa-apanya," terang Soegeng.