Indonesia Butuh 4.000 Pilot
Indonesia butuh sekitar 4.000 pilot, 7.500 teknisi, dan 1.000 pengontrol lalu lintas udara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia butuh sekitar 4.000 pilot, 7.500 teknisi, dan 1.000 pengontrol lalu lintas udara.
Kebutuhan itu seiring pesatnya perkembangan industri penerbangan di Indonesia, pemberlakuan kebijakan ASEAN Open Sky pada 2015, hingga kebijakan pasar penerbangan tunggal di ASEAN pada 2020.
Untuk menjawab tantangan tersebut, INACA (Asosiasi Pengatur Udara Nasional di Indonesia), Agen Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan dan Transportasi, menggelar konferensi internasional pertama, yang terfokus pada pelatihan penerbangan untuk kebutuhan Indonesia, bertajuk Indonesia Aviation Training and Education Conference (IATEC).
IATEC telah membuktikan diri menjadi sarana yang ideal, di mana para penyelenggara pelatihan dan ahli penerbangan ternama di dunia telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, maskapai penerbangan, sekolah penerbangan, dan asosiasi penerbangan lain.
Organisasi penyelenggara yang merupakan gabungan dari INACA dan ACG (Aviation Conference Group), ahli penyelenggara konferensi internasional dari Australia, menyelenggarakan IATEC selama dua hari pada 27-28 Juni 2012, di Hotel Sultan, Jakarta. (*)
BACA JUGA
- Andi Nurpati: Anas Hormati Proses Hukum
- Amir Syamsuddin: Saya Percaya Anas Tidak Bersalah
- Anas: Terima Kasih KPK Panggil Saya
- Anas Datang ke KPK Pakai Batik Emas