Kamis, 4 Juni 2026

Sabam Sirait Mengenang Melanchton Siregar

Politisi senior PDI Perjuangan sekaligus tokoh nasional Sabam Sirait memberikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan Melanchton Siregar.

Tayang:
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA -- Politisi senior PDI Perjuangan sekaligus tokoh nasional Sabam Sirait memberikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan Melanchton Siregar. Sabam menilai, Melanchton sosok yang sangat peduli akan dunia pendidikan di Indonesia di masanya.

Kendati Melanchton juga berkecimpung di dunia politik, namun menurut Sabam, mantan Wakil Ketua MPRS itu selalu mengedepankan perjuangan di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa ini.

"Kendati Melanchton bekerja juga buat partai politik, tapi selalu pendidikan yang menjadi perhatian utamanya," kenang Sabam, saat seminar "Mengenang 100 tahun Melanchton Siregar", Selasa (7/8), di DPD, Senayan, Jakarta.

Sabam juga menilai, Melanchton adalah sosok yang melaksanakan pendidikan dengan benar untuk kemajuan bangsa ini. Menurutnya, Melanchton tipe orang yang suka mengorganisir namun kerangka berpikirnya tetap mengutamakan pendidikan. Melanchton juga sosok yang disegani di era kepemimpinan Presiden RI pertama, Soekarno. 

"MS suka mengorganisir. Dia melaksanakan pendidikan, otaknya selalu soal pendidikan," kata ayah politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait itu.

Sosok Melanchton juga dinilai Sabam, sebagai seorang yang sederhana. Perjuangannyadi dunia pendidikan tidak membuatnya mudah dibujuk akan kekuasaan. "Dia juga orang yang tidak gampang dibujuk dengan sesuatu," tegas Sabam lagi.

Sabam pun kagum, dengan kepiawaian Sabam dalam dunia pendidikan dan politik. Ia mengakui bahwa sudah banyak perjuangan yang dilakukan Sabam sebagai bentuk pengabdiannya kepada negeri tercinta ini.

"Saya tidak tahu dia (Melanchton Siregar) pandai karena siapa. Bagaimanapun juga dia telah banyak berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara ini," kata Sabam menegaskan.

Bahkan, Sabam menegaskan di akhir kematian Melanchton tidak ada usul dari yang bersangkutan maupun kerabat-kerabat bekas Anggota Dewan Pertimbangan Agung itu untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

"Yang memakamkan beliau di makam pahlawan adalah negara. Bukan karena usul siapapun," kata Sabam yang terkenal dengan ciri suara serak basahnya itu.

Melanchton Siregar lahir 7 Agustus 1912 di Pea Arung, Humbang, Tapanuli Utara. Ia mengawali karir sebagai seorang huru pada Christelijke HIS Narumodnda (1938-1939).

Kemudian, menjadi anggota DPR Sumatera Timur, Sumatera Utara dan sempat menjadi Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 1947 hingga bubar. Sempat menjadi anggota DPR RI hasil pemilihan umum pertama (1956-1960) dan menjadi Wakil Ketua MPRS tahun 1966-1971.

Melanchton Siregar juga menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung 1973 hingga meninggal dunia pada 24 Februari 1975. Melanchton pernah meraih tanda jasa seperti Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan 20 Mei 1961 dan Bintang Mahaputera Adipradana kelas II pada 21 Mei 1973.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved