Kasus Simulator SIM
Pabrik Simulator Juga Dapat Proyek Plat Nomer
Proyek pengadaaan alat pencetak plat nomor polisi yang baru sempat disinggung tersangka Sukotjo S Bambang, pemilik PT ITI
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah kasus pengadaan driving simulator roda dua dan roda empat mencuat, sebuah pabrik di kawasan Bantargebang, Bekasi, Jabar makin menjadi sorotan warga.
Terlebih pabrik yang diyakini terkait Primkoppol Ditlantas Polri itu dipakai sebagai tempat pembuatan mesin pencetak plat nomor baru yang melibatkan tersangka Budi Susanto, bos PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA).
Dalam kasus korupsi pengadaan driving simulator, Primkoppol ikut terlibat karena mendapat aliran dana Rp 15 miliar dari Budi Susanto sebagai pemenang tender. Selain itu, Ketua Primkoppol Korlantas Polri, AKBP Teddy Rismawan, telah dijaring sebagai tersangka dan ditahan terkait kasus driving simulator.
Proyek pengadaaan alat pencetak plat nomor polisi yang baru sempat disinggung tersangka Sukotjo S Bambang, pemilik PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), dalam surat kepada Budi Susanto. Dalam surat tertanggal 19 September 2011 tersebut, Sukotjo menyatakan pernah membantu Budi mendesain dan membuat prototipe alat pencetak plat nomor yang baru.
"Akhirnya Anda (Budi Susanto) mengkhianati saya, yaitu memproduksi sendiri mesin tersebut dan meniru disain saya. Dalam hal ini saya telah membantu Anda mendapatkan uang (menjadi kaya)," kata Sukotjo.
Menurut Sukotjo, ia juga membantu menyiapkan pemenangan proyek pengadaan plat nomor kendaraan bermotor (TNKB) tersebut. "Anda memajukan Primkoppol Ditlantas Polri sebagai pemenang. Anda telah melakukan kerja sama secara illegal dengan AKBP Teddy Rismawan selaku Ketua Primkoppol," kata Sukotjo.
Abdul Hakim, Ketua RT 02/01, Kelurahan Cikiwul, Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (9/8/2012), mengaku menghadiri pembukaan pabrik yang sempat diberi papan nama bertuliskan Primkoppol Ditlantas Polri, akhir 2011 lalu itu.
"Saya di sini untuk memperkenalkan, sekaligus izin ke lingkungan untuk buka usaha," ucap Budi Susanto, kepada hadirin, seperti diceritakan Abdul Hakim kEpada Tribun Jakarta.
Di dalam bangunan mirip gudang itu tergolek dua alat yang masih terbungkus plastik. Ia menaksir, ada 100 undangan yang hadir. Di dalam pidatonya, Budi tak mengungkap apa yang diproduksi pabrik tersebut. Tak juga tercetus siapa sang pemilik.
Belakangan baru diketahui tempat itu milik Primkoppol untuk membuat alat pencetak plat nomor mobil dan motor. Beberapa warga yang ditemui Tribun di sekitar pabrik menjelaskan pabrik tersebut membuat pencetak plat nomor mobil dan motor.
Ikuti liputannya di Tribun Jakarta