Pelajar Daerah juga Bisa Kerja di Total Indonesia
"Jadi warga di sekitar, paham dan mengerti tentang perminyakan dan apa yang dikerjakan TEPI di daerah mereka,
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA- Belasan murid SMA Anggana nampak duduk rapi di stand milik Total E & P Indonesie (TEPI) di Kaltim Expo Samarinda, Senin (3/9/2012). Murid-murid tersebut tampak serius memerhatikan paparan yang disampaikan dari divisi pengeboran TEPI.
Ya, kemarin stand milik TEPI di Kaltim Expo kedatangan murid-murid SMK Anggana yang ingin mengetahui sekelumit proses perminyakan di Indonesia, terutama di daerah mereka sendiri. Diketahui, dalam event Kaltim Expo, TEPI mengundang beberapa perwakilan murid-murid SMA yang berdomisili di area kerja Total di Kaltim.
"Hari ini materinya seputar pengeboran dan cara produksi minyak dan gas. Besok-besok akan ada lagi dari SMA di Samboja dan Muara Jawa yang akan mendapatkan materi dari divisi lain di Total," ujar Jerry, Lead Well Intervention Supervisor, TEPI.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan warga yang berdomisili di area kerja Total dapat memahami proses kerja yang dilakukan Total. "Jadi warga di sekitar, paham dan mengerti tentang perminyakan dan apa yang dikerjakan TEPI di daerah mereka," jelas Jerry.
Pemberian materi seputar kegiatan perminyakan juga diharapkan dapat memacu keinginan pelajar untuk bisa bekerja di TEPI kelak.
"Kita tidak ingin pelajar di daerah, terutama di area kerja kita berkecil hati, dan beranggapan yang kerja di TEPI hanya orang-orang dari kota. Dengan kegiatan ini, kita berharap para pelajar paham dan mengetahui kalau mereka punya kesempatan yang sama untuk bisa bekerja di TEPI kelak. Tentunya, kita ingin dengan adanya kegiatan ini, para pelajar bisa belajar lebih giat lagi untuk mengejar cita-cita," tandas Jerry. (*)
Baca Juga :
- Jokowi Rileks Tanpa Pengawalan 3 menit lalu
- Polres Siantar Tarik Dua Senpi Anggotanya 34 menit lalu
- Letusan Tremor Masih Terjadi di Gunung Anak Krakatau 1 jam lalu
- Sabut Kelapa Tabung Jabung di Ekspor ke Cina 1 jam lalu