Minggu, 31 Agustus 2025

Pemilu 2014

Din Syamsudin: Wajar Bila Rakyat Apatis Terhadap Parpol

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menilai, sangat wajar bila sekarang sebagian besar rakyat semakin apatis terhadap

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Anwar Sadat Guna
zoom-inlihat foto Din Syamsudin: Wajar Bila Rakyat Apatis Terhadap Parpol
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam sebauh acar beberapa waktu lalu.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Mochamad Faizal Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menilai, sangat wajar bila sekarang sebagian besar rakyat semakin apatis terhadap partai politik.

"Apatisme sebagian besar dari rakyat terhadap partai politik adalah akibat parpol yang hanya berorientasi bagaimana merebut dan melanggengkan kekuasaan semata," tutur Din, Kamis (6/9/2012).

Lebih lanjut Din menjelaskan, sistem demokrasi yang sedang di jalankan oleh republik ini diharapkan berjalan seiring dengan kesejahteraan rakyat.

"Tapi faktanya demokrasi belum berkorelasi dengan kesejahteraan sehingga yang timbul ialah masalah-masalah," tuturnya.

Din menambahkan, demokrasi merupakan kebebasan, kesetaraan, dan keadilan, namun apabila dalam prakteknya terdapat kesenjangan yang amat curam, maka kebebasan, kesetaraan dan keadilah hanya dapat dinikmati oleh segelintir elite saja.

Saat ini, lanjut Din, partai politik masih saja berorientasi kepada bagaimana merebut kekuasaan dan melanggengkan kekuasaan

"Saat ini, bahkan uang sudah menjadi ideologi, banyak politisi menganut power of money, dimana uang ialah segalanya, dan akibatnya politisi banyak yang terjerat kasus korupsi, karena terlalu menuhankan uang," lanjut dia.

Din menuturkan, politik yang terlalu terfokus pada bagaimana merebut kekuasaan dan melanggengkan kekuasaan menjadikan banyak masalah-masalah dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Maka wajar jika sebagian rakyat menjadi apatis terhadap politik, dan partai politik harus menjawab semua ini dengan melakukan perubahan.

"Inilah yang harus dijawab oleh parpol pandangan perlu adanya sebuah pola rekruitment kader parpol dan pendidikan kepemimpinan dalam parpol. Karena hanya parpol dan gabungan parpol yang bisa mengajukan presiden dan wapres, dan masalah ini jangan dianggap remeh," tukasnya.

KLIK JUGA:

Sumber: TribunJakarta
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan