Film Innocence of Muslims
Demonstran Kembali Geruduk Kedubes AS
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kembali menjadi sasaran demontrasi akibat protes terhadap film
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kembali menjadi sasaran demontrasi akibat protes terhadap film Innocence of Muslims yang melecehkan dan menghina umat Islam.
Kali ini demonstran yang berasal dari Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera, berjumlah lebih sedikit dari demonstrasi sebelumnya.
Menggunakan seragam berwarna cokelat dan memakai celana PDL para demonstran berbaris rapi di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dikomandoi oleh koordinator yang berada di atas mobil pick up.
Demonstrasi kali ini merupakan aksi lanjutan sebagaimana aksi protes umat Muslim telah berlangsung di dalam maupun luar negeri. Demonstran tiba di depan kantor Kedutaan Besar AS pada pukul 14.30 WIB.
Dalam orasinya Pandu Keadilan menilai film The Innocence of Muslims sebagai penghinaan terhadap agama Islam, Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat Nabi.
Para demonstran mendesak agar sutradara film The Innocence of Muslims Nakoula Basseley, warga Amerika Serikat segera dibawa ke Mahkamah Konstitusi, agar mendapat efek jera dan mendesak supaya diberi hukuman berat.
"Ini penistaan terhadap agama Islam, mereka melecehkan ke Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat Nabi, mereka melecehkan kita. Kita harus bergerak," tegas Ahmad, salah seorang orator di Depan Kantor Kedubes AS, Jakarta, (19 /9/2012)
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan terkoordinir dengan baik, terpantau tidak ada pengamanan ekstra dari aparat kepolisian.
Sebagai bentuk aksi protes para demonstran melemparkan telur ke arah kantor Kedubes AS namun aksi tersebut tidak menimbulkan kericuhan.
Jumlah massa yang tidak terlalu besar tidak sampai mengakibatkan jalan Medan Merdeka ditutup, namun arus lalulintas di Jalan Medan Merdeka Selatan sedikit tersendat, karena sebagian badan jalan tertutup oleh demonstran.
Klik: