Kadhafi Tewas Ditangan Agen Intelijen Prancis?
Walau sudah setahun berlalu, namun pembunuh mantan Presiden Libya, Muammar Kadhafi hingga kini belum diketahui.
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walau sudah setahun berlalu, namun pembunuh mantan Presiden Libya, Muammar Kadhafi hingga kini belum diketahui.
Menurut seorang diplomat di ibukota Libya, Tripoli, pembunuh Kadhafi adalah seorang agen intelijen Prancis. Agen itu menyusup ke dalam kerumunan massa yang tengah menganiaya Kadhafi, lalu mengeksekusinya, tanpa berhasil dideteksi.
Agen itu bekerja atas instruksi dari Presiden Prancis saat itu, Nicolas Sarkozy, guna menutup mulut Kadhafi yang tengah diinterogasi tentang sebuah kasus yang melibatkan Sarkozy.
"Sejak dukungan NATO untuk revolusi di Libya, Khadafi terang-terangan mengancam akan mengungkapkan rincian hubungannya dengan mantan presiden Perancis, termasuk jutaan dolar yang diberikannya kepada Sarkozy untuk membiayai pencalonannya pada pemilu tahun 2007," dikutip dari artikel koran Italia, Corriere della Serra, Senin (1/10/2012).
Tak hanya Sarkozy, sejumlah pemimpin negara-negara Barat memiliki hubungan dekat dengan Kadhafi, diantara mereka adalah mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Teori konspirasi ini, menurut pemberitaaan Corriere didukung oleh informasi yang dikumpulkan oleh penyidik di Benghazi, kota kedua Libya dan tempat di mana revolusi 'Arab Spring' melawan Kadhafi dimulai pada awal tahun 2011. (dailymail)
Klik: