Senin, 1 September 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Janji Lindungi Sandera, Siap Umumkan Daftar Korban Israel

Gerakan Perlawanan Palestina (Hamas) janji lindungi sandera semaksimal mungkin dan mereka siap merilis daftar sandera yang tewas oleh serangan Israel.

Telegram Brigade Al-Qassam
JUBIR BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil pada Jumat (21/3/2025) dari publikasi resmi Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) memperlihatkan juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida berpidato setelah Hamas dan Houthi meluncurkan rudal ke Tel Aviv pada Kamis (20/3/2025). Pada 29 Agustus 2025, Abu Ubaida berjanji melindungi sandera semaksimal mungkin. 

TRIBUNNEWS.COM - Abu Ubaida, juru bicara Brigade Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), menegaskan kelompok perlawanan Palestina akan berusaha melindungi sandera semaksimal mungkin di tengah serangan Israel.

Ia menegaskan para tawanan Israel akan bersama para pejuang perlawanan di daerah pertempuran.

"Kami akan bersama para pejuang kami di medan pertempuran dan konfrontasi, dalam kondisi yang sama berisiko dan penuh risiko," katanya di Telegram pada hari Jumat (29/8/2025).

Selain itu, ia menegaskan kelompok perlawanan akan mengumumkan daftar nama para sandera yang terbunuh dalam serangan Israel.

"Kami akan mengumumkan nama, foto, dan bukti kematian setiap tahanan yang terbunuh akibat agresi," jelasnya.

Dalam pernyataannya, Abu Ubaida juga menegaskan kelompok perlawanan berada dalam siaga tinggi untuk menghadapi rencana Israel menduduki Kota Gaza, yang menurutnya akan menjadi bencana bagi kepemimpinan politik dan militer pendudukan Israel

Ia mengatakan rencana pendudukan Gaza akan dibayar oleh tentara musuh dengan darah prajuritnya, dan akan meningkatkan peluang untuk menangkap prajurit baru.

"Para pejuang perlawanan dalam kondisi siaga, siaga penuh, dan moral yang tinggi, dan akan memberikan contoh-contoh kepahlawanan dan keberanian yang unik, dan akan memberikan pelajaran yang keras kepada para penjajah, jika Tuhan berkehendak," kata Abu Ubaida.

Juru bicara tersebut mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan para menterinya terus memerintahkan serangan terhadap Jalur Gaza yang membunuh para sandera.

"Penjahat perang Netanyahu dan para menteri Nazi-nya telah dengan sengaja memutuskan untuk mengurangi separuh jumlah tahanan musuh yang masih hidup dan menghilangkan sebagian besar jasad tahanan mereka yang telah meninggal selamanya, yang mana tentara musuh dan pemerintahan terorisnya akan menanggung tanggung jawab penuh," katanya, lapor Al Jazeera.

Sebelumnya, Brigade Al-Qassam mengumumkan serangkaian operasi yang dilakukan terhadap pasukan pendudukan dan kendaraan mereka selama beberapa hari terakhir di lingkungan Al-Zeitoun di Kota Gaza dan di Jabalia di Jalur Gaza utara.

Baca juga: Israel Tetapkan Gaza Jadi Zona Perang, Peringatkan Bakal Ada Serangan Besar Dalam Waktu Dekat

Tentara Israel pada hari Jumat, mengumumkan dimulainya operasi awal untuk menyerang Kota Gaza, dan terus menargetkan daerah pemukiman dan kerumunan warga sipil yang kelaparan, yang mengakibatkan puluhan orang tewas.

Sejak 11 Agustus, militer Israel telah melancarkan serangan udara, pengeboman, dan operasi penghancuran bangunan secara terkonsentrasi di permukiman Shuja'iyya, Zeitoun, dan Sabra di timur dan selatan Kota Gaza, serta di Jabalia.

Serangan tersebut merupakan bagian dari "Operasi Gideon  2" yang bertujuan untuk menduduki Kota Gaza dan memindahkan penduduknya ke arah selatan.

Tentara Israel Temukan 2 Jasad Sandera

Pada hari Jumat, tentara Israel mengumumkan telah menemukan jasad sandera Israel, Ilan Weiss di Jalur Gaza.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan