Rabu, 15 April 2026

Eksavator Milyaran Rupiah Tenggelam

Alat berat eksavator milik dinas PU Ketapang yang digunakan untuk proses pengerjaan proyek jembatan Mensubuk tengelam

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM KETAPANG,-Alat berat eksavator milik dinas PU Ketapang yang digunakan untuk proses pengerjaan proyek jembatan Mensubuk tengelam di danau Mensubuk , Desa tanjungpura Kecamatan Muara Pawan.

Herman (20) warga sekitar mengatakan , alat berat tersebut tengelam di Danau sudah terjadi sejak 1 bulan yang lalu, saat mengerjakan jembatan tersebut, namun hingga kini belum juga dievakuasi.

‘’Saat eksavator melewati parit kecil yang sudah tertimbun kayu untuk mengambil tiang, jembatan yang ada di seberang danau mensubuk ,alat itu terperosok, dan lama-lama eksavator itu semakin tengelam, karena yang dilewati itu bekas anak sungai yang sudah tertimbun kayu-kayu,’’Katanya jumat (12/10/2012) ditemuai di lokasi tengelamnya Eksavator.

Sejak 10 hari yang lalu kata Herman sudah ada dua alat berat Eksavator yang akan melakukan evakuasi untuk menarik 1 unit eksavator yang tengelam tersebut, namun hingga kini badan eksavator yang sudah tengelam sekitar 4 meter ke ke dalam parit tersebut belum dapat mengangkat badan eksavator dari dalam sungai.

‘’Kemarin mesin eksavatornya sudah dilepas dan diambil,’’ujarnya.

Menurutnya dulunya parit atau sungai tersebut sangat dalam yang digunakan masyarakat sekitar untuk mengeluarkan kayu-kayu dari dalam hutan, karena sudah lama tidak digunakan lagi akhirnya parit tersebut tertimbun oleh kayu-kayu.

‘’Tanah di sini gambut dan lembah, jadi tanahnya tidak kuat untuk menahan Eksavator yang punya beban berat,’’Katanya.

Tokoh Masyarakat Ketapang Bujang Daud mengatakan, eksavator tersebut milik dinas PU yang disewakan kepada pihak ketiga atau kontraktor alat berat itu senilai 1,3 Milyar. Alat eksavator tersebut akan melaksanakan pekerjaan jembatan Mensubuk di Desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan .

‘’Jika alat itu rusak, PU dan kontraktornya harus bertanggung jawab, karena alat itu aset daerah,’’Kata Bujang.

Menurutnya kontraktor dan dinas PU tidak teliti dan teledor dan tidak paham kondisi lahan yang penuh dengan gambut sehingga menyebabkan tengelam eksavator milik pemda tersebut.

‘’Itu artinya mengerjakan proyek asal-asalan dan tidak hati-hati,akhirnya seperti ini,’’Ujarnya.

Kontraktor Tak Kuasai  Medan

Agustami Seketaris Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Ketapang menilai, tengelamnya alat berat tersebut karena kontraktor tidak hati-hati dalam melaksanakan pengerjaan proyek tersebut di danau mensubuk itu adalah lahan rawa dan gambut.

Agus mengatakan, seharusnya kontraktor menguasai medan di lapangan, mereka harus ekstra hati-hati dalam mengerjakan proyek tersebut karena lahan atau tanah di danau mensubuk tersebut rawa dan gambut.

“Ini bakal menghambat pembangunan jembatan tersebut,’’Kata Agus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved