Parenting
Ini Risiko Jika Anak Bermasalah Urusan Makan
Anak yang bermasalah makan jangan hanya didiamkan. Karena hal itu akan mengganggu pertumbuhannya.
Penulis:
Agustina Rasyida
Editor:
Agung Budi Santoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Jika anak kita makan terlalu sedikit, hanya mau makan jenis makanan tertentu saja, tidak mau mencoba makanan baru, mudah terganggu pada saat jam makan dan selalu ingin bermain, berarti anak memiliki masalah waktu makan.
Masalah makan tak hanya itu, anak yang sedikit mengonsumsi sayur dan buah, menghabiskan makanan dalam waktu yang lama, serta lebih memilih minuman dibandingkan makanan juga diindikasikan mengalami masalah makan.
Anak yang bermasalah makan jangan hanya didiamkan. Karena hal itu akan mengganggu pertumbuhannya.
"Anak yang bermasalah makan akan mengakibatkan pertumbuhan, asupan energi, dan pola makan anak bermasalah makan," ujar dr. Tatang Puspanjono, SpA dari RS MRCCC, Siloam, Jakarta.
Menurut Tatang, sebuah survei telah dilakukan pada 494 anak. Anak yang bermasalah makan dilaporkan lebih pendek, berat badan lebih rendah, dan mendapatkan kalori dari snack dibandingkan dengan pola makan normal. Secara signifikan, anak bermasalah makan mengonsumsi zinc, kalsium, dan vitamin B6 lebih rendah dibandingkan kontrol. Di sisi lain, kesulitan dalam memberikan makan pada anak, pada tahun pertama mengakibatkan kekurangan intake, regurgitasi, muntah, diare, konstipasi, kolik, dan lainnya.
"Upaya yang harus dilakukan, orangtua harus mengatasi faktor penyebabnya dan dampaknya."
Faktornya bisa dari penyakit atau lingkungan, bisa berdampak malnutrisi, atau defisiensi nutrien tertentu. Orangtua sebaiknya memerbaiki nutrisi atau meningkatkan asupan makanan, reedukasi tentang perilaku makan, dan bagi anak yang mengalami kesulitan mengunyah atau menelan akan dilakukan fisioterapi.
"Konsultasi ke dokter anak, untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, dan kondisi medis di tangani secara tepat."
Hal ini perlu kerjasama antara dokter anak dan orangtua, agar anak dapat melatih keterampilan oromotor (pergerakan mulut), serta melakukan terapi perilaku (terapkan pedoman makan, intervensi perilaku khusus). (Agustina N.R)
Baca artikel menarik lainnya
- Bayi MAW Meninggal karena Imunisasi? Ini Penjelasannya 47 menit lalu
- Survei LSI: 80 Persen Alergi Dekati Kaum Homoseksual 1 jam lalu
- Si Kecil Rewel Makan? Telusuri Sebab-sebabnya Berikut Ini 2 jam lalu
- Berburu Selera dan Cita Rasa Peranakan di Hotel Atanaya Bali 3 jam lalu
- Gemar Manfaatkan Sampah Antar Hanna ke Jepang 6 jam lalu
- Plafon Bergaris Membuat Rumah Minimalis Terasa Lega 9 jam lalu
- Selagi Muda, Mulailah Peduli Kesehatan Tulang 9 jam lalu
- Mengapa Peeling Bagus untuk Kesehatan Kulit? Senin, 22