Minggu, 26 April 2026

Ekspor Produk Pertanian Meningkat

Share impor masih didominasi oleh mesin dan mekanik 21,18 miliar dollar AS serta mesin dan listrik sebesar 14,15 miliar dollar AS.

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun neraca perdagangan Indonesia surplus dalam sembilan bulan di tahun ini, ada beberapa catatan yang wajib diperhatikan pemerintah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor per September 2012 mencapai 15.9 miliar dollar AS. Jumlah ini  naik 13,21 persen dibanding bulan sebelumnya.

Nilai ekspor mengalami kenaikan sebesar 552,9 juta dollar AS jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan dalam perbandingan Januari - September 2012, neraca perdagangan surplus mencapai 1,03 miliar dollar AS.

Suryamin, Kepala BPS, menilai, meskipun surplus ada trend yang berubah yang dialami komposisi ekspor. "Pertanian semakin meningkat, padahal nilai tambahnya tidak terlalu banyak," katanya di Jakarta (01/10/2012).

Ia menyebutkan secara komposisi di dominasi oleh industri mencapai 60,83 persen, pertanian naik dari 3.77 ke 4.09 miliar dollar AS. Sedangkan pertambangan turun dari 25,24 miliar dollar AS ke 23,28 miliar dollar AS. "Pertanian naik, padahal value addednya kurang sedangkan nominal di ekspor di industri malah menurun," katanya.

Menurut Suryamin, total ekspor per Januari - September 2012 mencapai  143,00 miliar dollar AS, jumlah ini turun sebesar 6.06 persen pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ia mengatakan bahwa negara yang mendominasi adalah Cina 15 miliar dollar AS, Jepang 12,98 miliar dollar AS dan AS dengan 11,08 miliar dollar AS. "Jumlah Share ketiga negara itu mencapai 34,16 persen," katanya. 

Sedangkan total impor untuk Januari -September 2012 mencapai 141, 97 miliar dollar yang dihuni oleh non migas dengan mencapai 111,02 miliar dollar AS atau naik 11,34 persen.

Share impor masih didominasi oleh mesin dan mekanik 21,18 miliar dollar AS serta mesin dan listrik sebesar 14,15 miliar dollar AS.

"Untuk negaranya didominasi Jepang 17,29 miliar dollar AS, Cina 21,43 miliar dollar AS, serta Thailand 19,39 miliar dollar AS." katanya. (*)

BACA JUGA:

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved