Kamis, 16 April 2026

Ketua Diperiksa, Laskar Kepung Kantor Panwas

Laskar Merah Putih (LMP) mengepung kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Ewporter Tribun Timur / Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR,- Massa Laskar Merah Putih (LMP) mengepung kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel saat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Makassar yang juga Ketua LMP Sulsel, Agus AS diperiksa terkait keterlibatan dalam politik praktis, Kamis (1/11/2012).

Massa LMP bahkan memaksa masuk dalam ruangan pemeriksaan mendampingi ketuanya saat 'diinterogasi'. Mereka juga "membangkang" dan menolak untuk keluar dari ruangan pemeriksaan saat diminta keluar oleh anggota Panwaslu Sulsel yang memeriksa, Anwar.

Dalam pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, hanya pemeriksa dan oknum PNS terlapor yang diperbolehkan masuk. Jangankan masuk, untuk sekedar mengintip dan mencuri dengar pun biasanya langsung disemprot oleh pihak sekretariat Panwaslu Sulsel.

Anggota Panwaslu, Anwar mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengusir anggota LMP Sulsel dari ruangan pemeriksaan. Namun demikian, ia mengaku santai dan tidak tertekan secara psikologis meski dikelilingi anggota LMP.

"Kita sudah minta keluar tapi mereka menolak. Ya tidak apa-apa, saya santai saja, tidak tertekan," kata Anwar.

Kata Anwar, Agus dicecar dengan 17 pertanyaan seputar kegiatan jalan santai yang digelar untuk memperingati HUT Kota Makassar. Agus dilaporkan oleh LMP Sulsel versi Andi Noor Alim "Bongkar" selaku ketua panitia.

Pelaporan tersebut menyusul pemasangan simbol dan gambar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar dalam kaos yang dibagikan kepada peserta.

Ditemui usai pemeriksaan, Agus menghadiri pemanggilan panwas sebagai bentuk apresiasinya. Ia berdalih tidak ada pasal apapun yang dilanggar dalam kegiatan jalan santai yang akan digelar 4 November mendatang.

"Oknum yang melaporkan ini tidak melihat secara komprehensif, kaos kegiatan dicetak oleh sponsor, segala pembiayaan juga ditanggung bersama masyarakat. Mungkin ada grand desain politik tertentu. Klu ada yang mengaku dipaksa ikut kegiatan ini, silahkan bawa, kami kasih kembali uangnya," kata Agus.

Terkait kehadiran anggota LMP mengepung Kantor Panwaslu Sulsel saat pemeriksaan menurut Agus adalah sebagai bukti bahwa LMP yang melaporankan dirinya adalah sesungguhnya LMP palsu yang mencoba memecah belah keluarga besar LMP yang mendukung pasangan Ilham-Aziz.

"Jangan coba-coba pancing Laskar Merah Putih, karena LMP bagai semut merah, begitu anda menginjak atau merusak sarangnya pasti akan digigit," sesumbar Agus.

"Tidak ada satupun pasal yang kami langgar dari kegiatan ini. Orang yang tidak mendukung acara ini dalam pandangan kami adalah orang sakit jiwa, sakit jantung, tuli, dan buta," ujarnya dengan mimik serius. (din)

Baca  Juga :

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved