Galus Longsor, Ratusan Warga Mengungsi
Hujan yang menguyur wilayah Gayo Lues (Galus) dalam dua hari terakhir ini, menyebabkan puluhan
TRIBUNNEWS.COM .COM, BLANGKEJEREN - Hujan yang menguyur wilayah Gayo Lues (Galus) dalam dua hari terakhir ini, menyebabkan puluhan titik di lintasan Blangkejeren Kutacane tertimbun longsor. Sejak Selasa (20/11/2012) tanah longsor terjadi mulai kawasan Kacang Retak, Desa Kungke hingga Atu Sepit di Kecamatan Putri Betung itu.
Bahkan satu Masjid dan Poskamling serta MCK di Desa Kungke, hanyut, dan ratusan warga Desa Kungke, terpaksa mengungsi akibat trauma
Pengamatan Serambinews.com, bengkalai longsor berupa potongan kayu, batu besar dan lumpur menutupi badan jalan tersebut rata-rata ketinggian mencapai dua meter. Akibatnya sampai saat ini arus transportasi lintasan Blangkejeren Kotacane dan Medan lumpuh. Hanya beberapa titik material longsor yang mulai dibersihkan alat milik Projabal dan PT Pelita Nusa.
Bupati Galus, Ibnu Hasim yang berangkat dari Blangkejeren menuju desa Kungke, Rabu (21/11/2012) sekira pukul 07.30 WIB dengan tujuan ingin melihat dan mengunjungi longsor di Desa Kungke, dalam perjalanan persisnya di kawasan Kacang Retang, Kecamatan Putri Betung, sempat terjebak ketika sebatang pohon menutupi badan jalan tersebut.
Bupati bersama rombongan sempat lari menyelamatkan diri ketika material longsor berupa tanah dan batu turun dari atas gunung.
"Kami berlari kucar kacir ketika berupaya memotong batang pohon dari badan jalan yang menyebabkan tanah dan batuan turun lebih banyak,' kata Bupati Galus Ibnu Hasim yang ditemui Serambinews.com di lokasi kejadian.
Disebutkan ada sekitar 40 an kendaraan yang terkurung di sepanjang lokasi longsor. Termasuk satu unit truk pengangkut beras Raskin terperosok.
Menurut Bupati Galus, paling cepat dalam dua hari ini jika tidak terjadi hujan lagi, material longsor itu baru selesai dibersihkan dan kendaraan mulai bisa melintas. Pemkab galus sudah melaporkan kepada Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, dan Kapolda Aceh.
Untuk pengungsi, pihak Dinas Sosial bersama anggota Tagana Galus membawa bantuan massa panik, namun sebagian ertahan dilokasi longsor tersebut.(*
Baca Juga :
- Deklarasi Perdamaian Dua Warga Masyarakat Lampung Selatan 47 menit lalu
- Mau Periksa Bupati, Laptop Digondol Maling 49 menit lalu
- Curi 1 Dos Keramik, Ibu RT Dibui 1 jam lalu