Mau Periksa Bupati, Laptop Digondol Maling
Bukan di ruangan saya namun di ruangan staf saya. Saya sendiri heran, yang dicuri kok barang seperti itu
TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Entah ada kaitannya atau kebetulan, di saat akan melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Herry Noegroho, Rabu (21/11/2012) siang kemarin, Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, dibobol maling.
Anehnya, pencuri tak mengembat barang berharga seperti TV namun hanya membawa kabur laptop yang berisi berkas pemeriksaan dan data-data penting terkait sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani kejaksaan. Itu dicuri dari ruangan anak buahnya Dody Saputra Thamrin SH, Kasi Pidsus.
"Bukan di ruangan saya namun di ruangan staf saya. Saya sendiri heran, yang dicuri kok barang seperti itu, bukan barang berharga lainnya, seperti TV," kata Dody, Rabu (21/11/2012).
Ansori SH, Kasi Intel mengatakan, Selasa siang kemarin, memang agendanya kejaksaan akan memeriksa Bupati Herry Noegroho di ruangan kasi pidsus terkait pengusutan kasus dugaan korupsi tanah Jatilengger, yang merupakan aset pemkab namun ditukargulingkan jadi perumahan.
Ia dianggap bertanggungjawab atas lepasnya aset itu hingga negara dirugikan Rp 1,1 M setelah kejaksaan menetapkan satu tersangka AH, mantan kepala aset pemkab yang saat ini menjabat kepala bapelmas (badan pelayanan masyarakat). Namun Selasa siang itu bupati Herry tak datang. Katanya, ia lagi berada di Jakarta.
"Rencananya, pemanggilan berikutnya, Senin (26/11) mendatang," ujar Ansori.
Pencurian yang terbilang janggal ini diketahui staf Pidsus, Dwi Waraswati (40), Rabu (21/11) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat itu Dwi mau masuk ruangannya namun tiba-tiba langsung menjerit tatkala melihat isi ruangannya berantakan dan acak-acakan. Karuan, jeritan Dwi itu membuat semua staf dan Dody sendiri kaget sehingga langsung mendatanginya. Begitu dicek, tak tahunya Dwi menjerit itu karena panik akibat isi ruangannya berantakan. Tatkala dicek, barang di ruangan itu yang hilang laptop dan dokumen penting.
Anehnya, TV 24 inc yang masih baru dan ada di ruangan itu tak digondol.
Pencurian ini langsung jadi atensi Polres Blitar Kota. Bukan hanya karena kasus pencuriannya saja, namun dianggapnya janggal. Sebab, pencuri diduga sengaja mengincar laptop dan dokumen penting, dengan tujuan menghilangkan data-data kasus yang sedang ditangani kejaksaan.
"Kami masih menyelidikinya, termasuk motifnya, apa memang sengaja mengincar barang seperti itu. Kami masih memeriksa penjaga dan seorang stafnya," kata AKP Slamet Riyadi SH, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota.
Hasil olah TKP, Slamet mengatakan, pelakunya lebih dari satu orang dan dengan mudah masuk ke dalam kantor. Entah tahu atau tidak, pelaku masuk melalui jendela yang tak dikunci, hanya ditutup saja. Berhasil membuka jendela yang tanpa ada tralisnya, pelaku langsung masuk ke ruangan staf kasi pidsus.
"Dugaan kami, pelaku memakai sandal jepit karena ada bekas jejaknya. Pelaku membuka jendela dengan tangannya karena tak ada bekas kerusakan seperti bekas cukitan. Sepertinya, jendela itu hanya ditutup saja, tanpa dikunci," ungkapnya.
Berada di dalam ruangan, pelaku sempat mengacak-acak berkas, seperti sengaja mencari bekas yang diinginkan. Untuk bisa mengambil laptop dan dokumen penting, pelaku diduga mendobrak laci meja staf tersebut.