Tanaman Herbal Bisa Sembuhkan ODHA?
ada 200 jenis tanaman herbal yang diyakini bisa menyembuhkan pasien ODHA.
TRIBUNNEWS, JAKARTA - Meski pengobatan medis penyaki HIV/AIDS belum ada obatnya, tapi sebenarnya tanaman herbal bisa mengobati penyakit seperti itu. Bahkan, telah mempraktekannya dan memperoleh hasil. Menariknya lagi ada 200 jenis tanaman herbal yang diyakini bisa menyembuhkan pasien ODHA.
Pakar herbal, Jeng Ana menyatakan, sejumlah tumbuhan obat yang ada di Indonesia bisa meningkatkan auto imun kita di kala kita sedang menderita HIV.
"Tanaman magusten untuk mematikan virus. Kalau memang sudah menjalar ada beberapa tanaman obat yang lain, seperti Berambang Dayak. Ada juga tanaman kurkuma, genjui dan dari umbi-umbian seperti lerian, yang tanamannya sangat langka," tutur Jeng Ana kepada wartawan, Sabtu (1/12/2012).
Lantas apakah sudah ada yang ditangani dengan obat herbal ini? "Ada beberapa orang yang saya tangani dan setelah diperiksa laboraturium sudah negatif dari penyakit. Bahkan ada matanya yang sudah rusak, tidak bisa melihat karena sudah kronis, itu setelah dilakukan pengecekan dari medis, itu hasilnya sudah negatif," tuturnya.
Terkait penggunaan obat herbal ini, apakah diminum atau dioleskan, Ana menyatakan, kalau pasien itu sudah nyeri semua badannya dan sakit, itu memang ada ramuan atau minyak rempah yang harus dioleskan di bagian luar.
"Tapi yang namanya penyakit, itu harus mengkonsumsi jamu godok, karena jamu itu untuk mematikan virus yang ada, juga untuk meningkatkan di bagian fisik sebagai auto imun tubuh," tuturnya.
Penyakit ini kata dia, menyerang sel darah merah, sel darah putih, saraf dari pembulu darah, tulang itu sudah dipupuk dengan jamu itu dan kalau dia sudah kuat, berangsur-angsur virusnya itu diem.
"Yang terpenting virus itu tidak cepat menyebar, kita tenangkan. Nah dari penenangan itu, perlahan-lahan pasien itu nanti akan lebih sehat. HIV/AIDS juga menyerang paru-paru ya, pencernaan, juga larinya ke mata," tuturnya.
Disebutkan Ana, jikapenyakit berasal dari narkoba atau mungkin suntik, itu biasanya lebih cepat ditangani. Kalau penularannya melalu hubungan bebas, itu memang perlahan-lahan.
Lantas berapa lama ditangani? "Saya tidak bisa lamanya, semua tergantung daya tahan tubuh, selama minum obat atau jamu yang saya berikan itu seperti apa, terus nanti dia yang biasanya gak bisa tidur jadi bisa tidur, terus yang gak nafsu makan jadi nafsu makannya ada, yang biasanya badannya nyeri perlahan-lahan nyerinya berkurang," tuturnya.
Namun berdasarkan pengalamannya selama ini, ada pasien yang selama setahun mengkonsumsi karena memang tidak bisa instan untuk penanganan penyakit itu. Apalagi stadiumnya tinggi, itu memakan waktu lama.
Lantas apakah kalau minum obat boleh minum obat lain? "Tergantung. Kalau dia memang ada obat dari doter, kita bisa kombinasi, karena kita lihat dari tingkat keparahan penyakitnya. Mereka biasanya punya obat, kalau biasa sehari 2 kali, kami sarankan cukup sekali saja," tuturnya. (Eko Sutriyanto)