31 Rumah dan 1 Sekolah Rusak Disapu Angin
“Penanganan tanggap darurat sedang berlangsung. Kami sudah melaporkan kerusakan dan kerugian yang dialami warga pada pemda,” katanya
Laporan dari Cornelius Vrian wartawan Surya
TRIBUNNEWS.COM,KEDIRI - Angin kencang menghantam Desa Janti Kecamatan Papar, Selasa (4/12/2012) petang. Hanya dalam hitungan detik, sedikitnya 31 rumah warga di Dusun Pesantren rusak.
Dua rumah diantaranya bahkan rusak berat dan rata dengan tanah. Angin kencang juga meluluhlantakan bangunan parkir dan sebuah ruang kelas di SMAN Papar yang dekat dengan pemukiman warga.
Bencana angin kencang itu didahului hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pukul 15.00 WIB. Ditengah guyuran hujan, tiba – tiba terdengar gemuruh angin berwarna kehitaman yang berasal dari arah selatan. Tiupan angin langsung menerjang apapun yang dilaluinya. Akibatnya ratusan pohon tumbang. Rumah – rumah warga juga ikut tersapu.
Melihat itu, warga merasa panik. Mereka spontan berlarian ke luar rumah agar tidak tertimpa kayu dan genting yang rontok akibat disapu angin.
“Suasananya sangat mencekam. Suara angin seperti ombak laut. Warga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” tutur Riono, Kepala Dusun Pesantren, Rabu (5/12/2012).
Tercatat 29 rumah mengalami rusak sedang dan 2 rumah mengalami rusak berat akibat hantaman angin. Tiupan angin juga memutuskan kabel hingga aliran listrik di dusun setempat padam total selama lebih kurang 20 jam.
Komandan satuan pelaksana penanggulangan bencana Kecamatan Papar, Kapten Inf Priyo Prasojo mengatakan, kerugian total dalam bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 120 juta. Ratusan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu masyarakat menangani dampak bencana. TNI juga memberikan bantuan 1.000 buah genting bagi warga yang rumahnya rusak.
“Penanganan tanggap darurat sedang berlangsung. Kami sudah melaporkan kerusakan dan kerugian yang dialami warga pada pemda,” katanya.
Sementara itu, di SMAN Papar, bangunan parkir berukuran 3 meter X 110 meter hancur disapu angin. Bangunan senilai Rp 80 juta itu tinggal puing akibat sapuan angin kencang. Sebuah ruang kelas juga rusak dalam peristiwa tersebut.
Akibatnya, sekitar 38 siswa kelas XI terpaksa dipindahkan dari kelas tersebut ke ruangan lain agar tetap bisa mengikuti ujian akhir semester.
“Ada satu kelas yang ikut rusak. Siswa sudah dipindahkan ke ruang lain sehingga UAS tetap bisa berlangsung dengan lancar,” kata Kepala SMAN Papar, Mujali.