Kamis, 9 April 2026

Kerja DPR Selama 2012 Berapor Merah

Kinerja DPR RI tahun 2012 atau tahun ketiganya, dinilai jauh dari capaian yang diharapkan sehingga patut diberi rapor merah

Penulis: Y Gustaman
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja DPR RI tahun 2012 atau tahun ketiganya, dinilai jauh dari capaian yang diharapkan sehingga patut diberi rapor merah. Secara teoritis, dalam tahun ketiga ini wakil rakyat harusnya menunjukkan efektifitas dan produktifias kerja lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun dalam kenyataannya, aspek fungsi mereka dari legislasi, anggaran, dan pengawasan menurun.

Hal ini dikemukakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastiang Salang dalam diskusi ‘Tahun 2012 Rapor DPR Merah’ di Jakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurutnya, anggota Dewan sebagian besar melaksanakan fungsi administrasi berupa rapat belaka. "Tapi secara substansi, fungsi mereka tak diwujudkan dalam produktifitas,” ujar Sebastian

Bahkan, beberapa tugas yang mereka lakukan kerap mendapat cibiran dan mencoreng lembaganya seperti seringnya kunjungan kerja ke luar negeri. Sayangnya, kunjungan mereka tak kental terlihat terakomodir dalam pembahasan legislasi yang ada.

Sebastian mencontohkan, produktifitas wakil rakyat di Senayan menurun dalam fungsi legislasi. Hal ini banyak mendapat sorotan tajam publik karena produk legislasinya rendah, dan kualitas undang-undang yang dihasilkan buruk.

“Target legislasi 2012 sebesar 64 RUU terdiri dari 26 RUU prioritas 2010, 28 RUU prioritas 2011, dan hanya 10 RUU merupakan prioritas 2012. Jadi, dari 64 RUU yang menjadi prioritas 2012, sebanyak 43.7 persen di antaranya merupakan prioritas 2011,” tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved