Sabtu, 30 Agustus 2025

Pasar Kembang Bandung, Dari Braga Bergeser ke Wastukancana

SEJUMLAH bunga warna-warni berjejer rapi di setiap jongko berukuran 2 meter x 4 meter.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-inlihat foto Pasar Kembang Bandung, Dari Braga Bergeser ke Wastukancana
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Ichsan

TRIBUNNEWS.COM -- SEJUMLAH bunga warna-warni berjejer rapi di setiap jongko berukuran 2 meter x 4 meter. Tangkai bunga itu ada yang dikumpulkan dalam sebuah wadah, ada yang ditumpukkan begitu saja di atas rak. Meski ditumpuk tak beraturan, bunga itu tetap terlihat cantik.

Di beberapa sudut sejumlah pekerja sedang merangkai bunga dalam sebuah papan. Ada rangkaian bunga ucapan selamat, ada rangkaian bunga ucapan dukacita. Hampir setiap hari ada saja yang memesan rangkaian bunga seperti itu.

"Rangkaian bunga ucapan selamat itu dibanderol Rp 300 ribu-Rp 500 ribu," kata Agusman, salah seorang pedagang bunga di Pasar Kembang Wastukancana, Bandung, Rabu (2/1/2012).

Aktivitas perdagangan bunga di Pasar Kembang Wastukancana dimulai sekitar pukul 07.00 dan berakhir sekitar pukul 20.00. Namun jika ada pesanan yang harus dikerjakan, pasar kembang yang berada tepat di pinggir Sungai Cikapundung ini bisa buka hingga 24 jam.

Menurut penuturan Agusman, pasar bunga di Jalan Wastukancana ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Namun kondisinya tidak seperti sekarang. Dari 1960 hingga 1987, pasar ini dihuni pedagang bunga, tanaman hias, kios rokok, hingga warung nasi.

"Baru pada tahun 1987, dibangunlah pasar seperti sekarang. Dan pemerintah saat itu melebur semua pedagang yang ada agar hanya menjual bunga," ujar Agusman, yang mengaku sudah berjualan bunga di Wastukancana sejak tahun 1973.

Agusman mengatakan, para pedagang bunga di Jalan Wastukancana ini merupakan pindahan dari Jalan Braga. Di Jalan Braga, mereka berjualan di trotoar jalan. Setelah pindah ke Wastukancana jadi lebih leluasa karena lahannya cukup luas dan tidak lagi berjualan di trotoar jalan.

Bunga yang dijual di pasar ini dipasok dari sejumlah tempat. Ada dari Cihideung dan Cisarua Lembang, juga ada yang berasal dari Sukabumi. Bunganya pun bermacam jenis, mulai bunga aster hingga anggrek lengkap tersedia. Harganya pun bervariasi mulai dari setangkai Rp 1.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Setelah puluhan tahun hidup nyaman, kini para pedagang di Pasar Kembang Wastukancana dilanda rasa waswas. Berembus kabar, Pemkot Bandung melalui PD Pasar Bermartabat hendak membangun hotel lima lantai di lokasi seluas 3.000 meter persegi itu.

Meski rencananya dua lantai dari hotel itu diperuntukkan bagi para pedagang bunga, mereka toh tetap khawatir. "Nanti bayar kiosnya gimana, apalagi ini hotel pasti mahal," ujar Agusman.

Dan yang membuat para pedagang semakin kaget, disebutkan bahwa mereka telah mendukung dan menyetujui rencana pembangunan hotel tersebut. "Jangankan mendukung, diberitahu juga tidak. Bagaimana mau setuju, kami nggak pernah diajak bicara," kata Agusman.

Ia dan para pedagang bunga lainnya, kata Agusman, sudah merasa nyaman dengan kondisi seperti sekarang. Terlebih, kata dia, para pedagang pun setiap hari selalu membayar retribusi kepada pemerintah.

"Ini memang tanah negara, kalau mau dibangun apa pun, kami nggak bisa menolak. Tapi kalau boleh berharap, tidak perlu dibangun hotel lah. Di Bandung kan sudah terlalu banyak hotel," ujarnya. (*)

Baca juga:

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan