Kamis, 4 Juni 2026

Beli Blackberry Online, Dapat Kardus Kosong

BB (Blackberry) dengan tipe seperti itu, harga pasarannya sekitar 1 juta. Tapi di situs itu ditawarkan Cuma 850.000

Tayang:

Laporan dariEben Haezer Panca wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG – Tergiur oleh harga ponsel Blackberry yang terlampau miring, Ginanjar Adi (19), mahasiswa salah satu sekolah tinggi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, harus rela kehilangan uang ratusan ribu Rupiah.

Pemuda asal Palembang yang indekos di Desa Panggungrejo, Kepanjen itu, menjadi korban penipuan jual beli ponsel via online. Sebab saat barang yang dipesannya terkirim, yang ia dapatkan hanyalah sebuah kardus ponsel kosong.

Sore ini (4/1/2013), Ginanjar datang melapor ke Polres Malang dengan ditemani oleh seorang rekannya, Iskan (19). Kepada Surya (tribunnews group), Iskan yang sedang menunggu Ginanjar mengurus prosedur pelaporan, menyebutkan bahwa teman satu kosnya itu membeli ponsel Blackberry Bold yang dijual oleh seseorang asal Trenggalek, melalui situs jual beli tokobagus.com.

“BB (Blackberry) dengan tipe seperti itu, harga pasarannya sekitar 1 juta.  Tapi di situs itu ditawarkan Cuma 850.000 dan ditawar sama teman saya jadi 800,000,” kata Iskan.

Sementara itu disebutkan Ginanjar, dirinya membeli ponsel tersebut dua hari kemarin (2/1/2013), melalui transfer antar rekening. Setelah pembayaran dilunasi, siang tadi selepas ibadah salat Jumat, Ginanjar mendapat paket kiriman dari sebuah perusahaan jasa pengiriman.

Mendapat bungkusan paket tanpa identitas dan alamat pengirim tersebut, Ginanjar merasa senang karena yakin bahwa ponsel yang dipesannya memang telah dikirim.

“Tapi setelah saya buka, ternyata yang ada cuma kardus kosong. Tidak ada handphone­-nya,” kata Ginanjar.

Mengetahui hal tersebut, pemuda tersebut spontan kecewa. Karenanya, ia langsung mencoba menghubungi nomor ponsel penjual yang telah dikantonginya. Sayang upaya tersebut sia-sia karena nomor ponsel yang dituju telah tidak aktif.

Demikian pula saat mencari penjelasan ke pihak pengirim paket, tak ada respon bagus yang diperolehnya. Sebab pihak perusahaan mengaku bahwa pengirim memang tidak bersedia menuliskan nama dan alamat dalam paketnya.

“Perusahaan pengiriman Cuma mencantumkan alamat perusahaan asal tempat pengiriman dilakukan,” tandasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved