IHSG Capai Rekor Tertinggi
Perdagangan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/1/2013) ditutup dengan kenaikan sebesar 0,24 persen
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM , PONTIANAK - Perdagangan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/1/2013) ditutup dengan kenaikan sebesar 0,24 persen pada posisi 4.410,020 (+10,762). Sementara pada sesi I dibuka menguat tipis pada posisi 4.406,931 dan ditutup di area positif.
Kepala Pusat Informasi Penanaman Modal (PIPM) Pontianak, Ardhy Anto mengatakan, IHSG sempat menyetuh level tertingginya pada posisi 4.418,484 (+19,226), akan tetapi kemudian bergerak fluktuatif dan akhirnya ditutup dengan kenaikan sebesar 0,24 persen pada posisi 4.410,020 (+10,762).
"IHSG tetap melanjutkan tren positifnya selama 3 hari ini dan sudah 2 kali memecahkan rekor tertingginya sepanjang masa. Posisi indeks sempat berada pada zona merah dan bahkan sempat turun pada posisi 4.389,716 (-9,542). Namun akhirnya di akhir sesi perdagangan bisa kembali rebound," ujarnya kepada Tribun usai penutupan market, Jumat (4/1).
Ia memaparkan, secara keseluruhan perdagangan akhir pekan pertama tahun 2013 ramai secara akumulasi dari pasar reguler maupun pasar negosiasi dan tunai frekuensi transaksi adalah sebanyak 140.497 yang terdiri dari 139.988 kali transaksi di pasar reguler dan tunai sebanyak 502 kali. Total transaksi perdagangan mencapai 5,11 triliun dengan total jumlah lot yang diperdagangkan adalah 8,8 juta lot saham.
"Para investor asing pun berbondong–bondong untuk berbelanja di bursa efek, dari catatan yang ada investor asing melakukan pembelian sebesar Rp 2,197 triliun dan melakukan penjual sebanyak Rp 1,698 triliun serta masih ada net foregin buy sebesar Rp 498,4 miliar," jelas Ardhy.
Menurutnya, sektor-sektor mengalami kenaikan merata. Semua sektor berada pada zona hijau, meskipun kenaikannya sebesar 0,6 persen – 1 persen. Sektor properti mengalami kenaikan tertinggi menyumbang peningkatan IHSG terbesar yaitu sebesar 1,46 persen. Selanjutnya disusul sektor agri yang naik sebesar 1,44 persen, dan infrastruktur sebesar 1,17 persen.
Indeks LQ45 naik sebesar 0,49 persen ditutup pada posisi 753, sedangkan indeks saham syariah pilihan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) naik sebesar 0,68 persen atau ditutup pada posisi 611. Perdagangan terdapat 146 saham naik, 1