Kamis, 23 April 2026

Gelar Rakernas, Ipemi Berikan 6 Rekomendasi ke Pemerintah Terkait UMKM

Ipemi mendorong pemerintah menjalankan inkubator UMKM perempuan dengan periode 6-12 bulan.

HO/IST
MAJUKAN UMKM - Rakernas ke-VIII Ipemi mengangkat tema "Transformasi UMKM dan Koperasi Merah Putih Mewujudkan Asta Cita Untuk Kesejahteraan Rakyat".  

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah dapat menghadirkan skema kredit UMKM perempuan berbasis komunitas.
  • Ipemi mendorong pemerintah menjalankan inkubator UMKM perempuan dengan periode 6-12 bulan.
  • Pemerintah perlu membuat indikator berbasis output yang meliputi omzet, scale up, dan ekspor.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) baru saja menggelar rapat kerja nasional (rakernas). Hasilnya, terdapat sejumlah rekomendasi yang diberikan Ipemi untuk pemerintah.

Rakernas ke-VIII Ipemi mengangkat tema "Transformasi UMKM dan Koperasi Merah Putih Mewujudkan Asta Cita Untuk Kesejahteraan Rakyat". 

Baca juga: Pelaku UMKM Menjerit Harga LPG 5,5 Kg Melonjak, Mau Naikkan Harga Jual Takut Konsumen Pergi

Selain Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil, Sekretaris Jenderal Ipemi Nurwahidah Saleh, dan jajaran pengurus, rakernas ini juga dihadiri seluruh anggota Ipemi, bahkan dari Brunei Darussalam dan Jepang.

Acara yang digelar sejak 20 hingga 22 April di Ballroom Discovery Ancol Jakarta ini juga turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantoro.

Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengatakan, ada enam rekomendasi hasil rakernas yang dianggap perlu segera diberikan kepada pemerintah. 

Pertama, pembiayaan inklusif.

Ipemi berharap, pemerintah dapat menghadirkan skema kredit UMKM perempuan berbasis komunitas yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kondisi riil di lapangan. 

Kemudian membentuk Women Entrepreneur Fund yang berasal dari APBN, APBD, BUMN, dan CSR.

Menurut Ingrid, skema ini diharapkan tidak lagi bertumpu pada persyaratan agunan formal, melainkan menggunakan pendekatan berbasis kepercayaan. Instrumennya, melalui kelompok usaha atau klaster komunitas.

"Model pembiayaan ini diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik pembiayaan mikro berbasis kelompok yang telah terbukti berhasil di berbagai negara," ujar Ingrid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Rekomendasi kedua, digitalisasi berbasis kinerja. 

Ingrid berharap, pemerintah dapat mengembangkan dua sektor. Yakni, program UMKM perempuan go digital pro melalui brandin, AI, dan marketing. Kemudian subsidi iklan digital guna meningkatkan omzet.

Rekomendasi ketiga, pendampingan berkelanjutan. 

Baca juga: Pemulihan UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Menguat, Fondasi Ekonomi Makin Kokoh

Ipemi mendorong pemerintah menjalankan inkubator UMKM perempuan dengan periode 6-12 bulan, dan melakukan mentoring, akses pasar, maupun investor matching.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved