Rabu, 3 Juni 2026

Ratusan Rumah Kebanjiran di Jember

Airnya sudah ancik-ancik, siap-siap naik rumah kalau hujan terus turun

Tayang:

Laporan dari Sri Wahyunik wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,JEMBER - Jumlah rumah yang terendam banjir di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, Jember terus bertambah. Hingga pendataan siang hari, tercatat 148 rumah yang terendam dengan rincian 63 rumah di Dusun Kraton dan 85 rumah di Dusun Curahlele.

Warga di dua dusun terus berjaga-jaga di teras rumah mereka. Seperti yang dilakukan Jumain dan istrinya. Pasangan suami istri ini harus berjaga semalaman sejak hujan deras mengguyur Senin (7/1) malam. Dan banjir mulai mengepung rumah mereka sejak pukul 02.00 WIB akibat
meluapnya sungai Sanenrejo.

Karenanya, mereka harus berjaga jika sewaktu-waktu air masuk rumah. Air sudah mencapai teras rumah mereka.

"Airnya sudah ancik-ancik, siap-siap naik rumah kalau hujan terus turun. Ini belum seberapa dan hujan memang belum deras. Namun kalau sudah puncaknya musim hujan, air bisa masuk rumah samapi selutut bahkan lebih," ujar Jumain, warga Dusun Curahlele.

Air menutupi jalanan, halaman juga areal persawahan. Tak pelak, banjir itu mengganggu aktivitas warga setempat. Warga juga sudah mulai mengemasi barang-barang mereka.  Hewan ternak seperti sapi dan kambing juga sudah diungsikan ke tempat yang tidak dipenuhi air, seperti di areal perkebunan karet milik PTPN XII yang lokasinya di dekat dusun tersebut.

"Barang-barang mulai dikemasi, mbak. Takut sewaktu-waktu banjir besar datang. Karena terus terang, banjir sekarang ini banjir yang pertama dan belum apa-apa alias masih kecil. Kalau hujan terus, air bisa lebih tinggi," ujar Dwi Hartatik, warga Dusun Curahlele.

Warga menempatkan barang berharga di tempat yang lebih tinggi. Perabotan rumah tangga, televisi, kursi sudah mulai diletakkan di tempat tinggi. Warga yang mempunyai usaha warung internet dan persewaan play station juga mulai berkemas jika tidak ingin komputer mereka rusak.

Warga tidak bisa berbuat banyak dengan banjir tersebut. Banjir itu merupakan banjir tahunan yang melanda Desa Wonoasri, terutama Dusun Kraton dan Curahlele. Dwi dan Jumain juga warga lain hanya berharap ada solusi agar mereka terhindar dari banjir itu.

"Ya gimana ada solusinya gitu. Masak setiap tahun kami kebanjiran, bisa dua sampai tiga kali kebanjiran saat musim hujan," lanjut Dwi.

Ada dua sungai melintasi desa tersebut yakni sungai Sanenrejo dan Curahnongko. Kala Surya mendatangi desa itu, Selasa (8/1) di hari banjir pertama di tahun ini, dua sungai itu sama-sama dipenuhi air akibat hujan sehari semalam. Debit air sangat tinggi, sehingga sungai Sanenrejo meluap, begitu juga dengan sungai Curahnongko.

Bahkan tanggul sungai Curahnonggo sepanjang sekitar 8 - 10 meter jebol sehingga air sungai meluap ke rumah warga di Dusun Kraton. Jikapun tanggul tidak jebol, permukiman di dusun tersebut kerap terendam banjir jika sungai itu meluap.

"Apalagi tanggul sampai jebol. Tanggul jebol karena tidak kuat menahan debit air yang tinggi. Padahal baru tahun kemarin dibenarkan, sekarang sudah jebol," tegas Kepala Desa Wonoasri Budi Santoso.

Karena sudah menjadi langganan banjir, Budi dan perangkat desanya juga warga setempat harus siaga menghadapi banjir. informasi tentang banjir dan cara evakuasi sudah diberitahukan kepada warga. Posko juga sudah didirikan di balai desa setempat. Pihak Puskesmas, Polsek dan Koramil
juga sudah siaga di posko tersebut.

"Logistik berupa makanan jadi juga sudah dibagikan. Dari Pemkab juga ada bantuan makanan siap saji dan selimut," ujar Budi.

Yang pasti, mulai saat ini dan hari-hari ke depan, warga Desa Wonoasri harus siaga banjir baik siang apalagi malam.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved