Banyak Makan Tanpa Takut Gemuk? Bisa Kok
Menikmati aneka makanan modern tanpa khawatir bertambah gemuk. Mengapa demikian? Begini penjelasannya.
TRIBUNNEWS.COM - Ada orang mengeluh, hanya melihat makanan saja sudah menambah berat badan. Sementara yang lain dapat menikmati aneka makanan modern tanpa khawatir bertambah gemuk. Mengapa demikian? Begini penjelasan yang dikutip Tribunnews.com dari Sehatnews.com.
1. Gender (jenis kelamin)
Pria memiliki metabolisme lebih tinggi daripada wanita. Wanita mempunyai tantangan berat badan meningkat saat hamil. Kebanyakan susah kembali ke berat normal normal. Namun, kesibukan merawat sendiri bayinya akan membantu ibu dalam usaha membakar kalori. Metabolisme wanita menopause juga menurun, sehingga perlu mengatur asupan kalori.
2. Usia
Metabolisme tubuh usia lanjut tentu menurun. Konsumsi kalori berlebih bisa menyebabkan kegemukan, apalagi jika aktivitas juga menurun. "Menurut hasil penelitian, kaum usia lanjut lebih cepat gemuk karena tubuh sudah tidak dapat lagi mengatur metabolisme yang fleksibel," kata Mary P. Clarke, Ph.D, RD, profesor makanan dan nutrisi di Universitas Pusat Kansas di Manhattan.
3. Aktivitas
Setelah usia 20 tahun, berat badan seseorang yang tanpa aktivitas umumnya akan meningkat. Tanpa aktivitas fisik, jaringan otot akan menurun, sedangkan lemak tubuh bertambah.
4. Riwayat keturunan
Seseorang dengan orangtua kegemukan, 25-35 persen akan mengalami hal sama jika pola makan seperti orangtuanya tetap dipertahankan. Penelitian pada anak kembar yang diberi kalori lebih, mengalami pertambahan berat badan yang sama dan pada bagian tubuh yang sama pula. Penelitian modern telah memeriksa fat genes yang ada kaitannya, mulai dari selera makan sampai penyimpanan lemak tubuh. Contohnya, telah diteliti satu gen yang mengontrol produksi lipoprotein lipase (LPL), enzim yang membantu menyimpan kalori sebagai lemak tubuh. "Tetapi, mempunyai fat genes bukan berarti harus overweight," kata Rena White MD, Direktur National Weight Controle Registry. Faktor keturunan berpengaruh dalam obesitas. Lebih dari 70 persen kliennya datang dari keluarga overweight, tetapi mereka sukses dalam upaya penurunan berat badan.
5. Pola makan yang baik
Jangan melakukan diet terlalu ketat. Diet tinggi protein dan rendah karbohidrat umumnya tidak realistis. Diet rendah kalori membuat tubuh kurang gizi, sehingga mengganggu metabolisme. Jika metabolisme terganggu, proses penurunan berat badan justru lebih sulit. Diet yang dilakukan berulang-ulang bisa memicu yo-yo syndrome, yang malah cenderung menambah berat badan.