Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Partai NasDem

Modal Besar Bikin Parpol Tertarik Merekrut Hary Tanoe

Pascapengunduran diri Hary Tanoesoedibjo dari keanggotaan Partai NasDem, bos MNC Group tersebut menjadi rebutan partai-partai politik.

Editor: Anwar Sadat Guna
zoom-inlihat foto Modal Besar Bikin Parpol Tertarik Merekrut Hary Tanoe
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Mantan Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, Hary Tanoesoedibyo melambaikan tangan usai mengadakan konferensi pers pengunduran dirinya dari Partai Nasdem, di Jakarta, Senin (21/1/2013). Hari ini pengusaha Hary Tanoe mengundurkan diri dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Nasdem karena menganggap sudah tidak ada kecocokan visi dengan Ketua Dewan Pembina, Surya Paloh. Pengunduran Hary juga diikuti oleh beberapa pengurus teras Partai Nasdem, termasuk Sekjen Partai, Ahmad Rofiq. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pascapengunduran diri Hary Tanoesoedibjo dari keanggotaan Partai NasDem, bos MNC Group tersebut menjadi rebutan partai-partai politik.

Banyaknya parpol yang mulai mendekati Hary Tanoe ini tak lepas dari faktor modal besar yang dimiliki pengusaha media tersebut.

"Hary Tanoe menjadi rebutan partai-partai mengingat kekuatan finansial yang dia miliki dan kuatnya jaringan atau pengaruh media miliknya," kata pengamat politik dari Pol-Track Institute, Hanta Yudha AR, Rabu (23/1/2013), di Jakarta.

Sistem pemilihan yang berbiaya tinggi yang terjadi saat ini, lanjutnya, memaksa partai politik harus menyiapkan dana politik yang cukup besar pada pemilu mendatang.

Hal ini pula yang menjadi motif Partai Nasdem merekrut Hary Tanoe dulu. "Sebagai patron pendiri partai, Surya Paloh tidak cukup kuat membiayai partai sehingga membutuhkan mitra baru yang memiliki kekuatan finansial dan jaringan media yang sangat kuat, yaitu Hary Tanoe," ucap Hanta.

Dengan kelebihan yang dimiliki Hary Tanoe itu, wajar bila banyak partai politik yang mulai mendekatinya. Sebut saja Partai Golkar yang mengaku sudah menjalin komunikasi baik dengan Hary Tanoe.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin mengaku Ketua Umum partainya Aburizal "Ical" Bakrie sudah berkomunikasi dengan Hary Tanoe. "(Hary Tanoe) sudah BBM-an dengan Pak Ketum," ucap Nurul.

Hal yang sama juga diutarakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat. "Kalau Hary Tanoe berminat untuk ikut ke Gerindra, kita pertimbangkan," ucapnya.

Tidak hanya partai-partai berhaluan nasionalis, partai benapaskan Islam bahkan juga mulai ikut-ikutan menyatakan diri siap menampung Hary Tanoe, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PKB yang tengah terseok dalam berbagai survei ini bahkan sudah mengajak Hary Tanoe bergabung melalui pernyataan terbuka yang dibuat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Kalau Hary Tanoe mau keluar dari Nasdem, masuk PKB saja," ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Menurut Muhaimin, tawaran itu bukanlah candaan semata, melainkan pernyataan serius. Bahkan, Muhaimin mengatakan Hary Tanoe akan ditawari posisi dewan pakar di partai besutan Gus Dur itu. "Ini serius. Kami siap untuk menampung. Nanti kami jadikan dewan pakar partai," tandas Muhaimin.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan