Minggu, 31 Agustus 2025

Gaji Janu Rp 700 Juta Misterius

Namun kepergian pria asal Republik Ceko ini meninggalkan persoalan, gajinya sebesar Rp 700 juta belum dibayar.

Editor: Budi Prasetyo
zoom-inlihat foto Gaji Janu Rp 700 Juta Misterius
net
Miroslav Janu

· Janu meninggal kena serangan jantung

TRIBUNNEWS.COM  SURABAYA,  - Pelatih Persebaya Divisi Utama (DU), Miroslav Janu, meninggal dunia setelah kena serangan jantung pada Kamis (24/1/2013) siang. Namun kepergian pria asal Republik Ceko ini meninggalkan persoalan, gajinya sebesar Rp 700 juta belum dibayar.

Hingga disemayamkan di Adi Jasa, Kamis malam, belum ada kejelaskan kapan gaji selama lima bulan ia saat ia melatih Persela Lamongan itu dibayar. Persoalan ini mirip yang menimpa Diego Mendieta, pesepak bola asal Paraguay yang empat bulan gajinya sempat tidak dibayar Persis Solo sampai akhirnya pria itu meninggal awal Desember 2004.

Beberapa wartawan peliput Persebaya, termasuk Surya, mengenal Janu sebagai pribadi unik. Ia terkesan dingin dan keras dari luar, tapi di balik itu, ia adalah sosok yang hangat. Di satu waktu, dengan intonasi bicaranya yang keras, dia bisa terlihat tidak ramah. Tapi di sisi lain, dia bisa sangat terbuka.

Selama melatih Persebaya DU pula, Janu beberapa kali menceritakan soal gajinya yang belum dibayar oleh Persela Lamongan. Beberapa kali pula, ia sempat mengeluhkan soal sikap Bupati Lamongan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persela, HM Fadeli.

Ia kecewa lantaran Fadeli tak pernah bisa menjawab dengan tegas, soal kapan gajinya bakal dilunasi. Berapa besar tunggakan gaji tersebut? Pada 25 Oktober 2012, atau hari pertamanya bekerja sebagai pelatih Persebaya DU, Janu mengatakan, Persela menungak gajinya sebesar Rp 700 juta.

Nah, menariknya, setelah kematian Janu, beberapa pihak lempar suara, bahwa pengakuan Janu itu tidak benar. Kepada tribunnews, Asisten Manajer Persela, Yuhronour Effendy, mengatakan, Janu tak lagi punya hubungan dengan Persela. “Mengenai gaji tidak ada masalah lagi dengan Persela Lamongan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekda Lamongan ini.

Andi Darussalam Tabussala, ‘agen’ Janu, juga menyanggah pengakuan Janu. “Janu itu urusannya sama saya, tidak ada hubungannya dengan Persela. Saya ini yang bawa dia ke Indonesia, dan saya yang tempatkan dia ke sebuah klub. Saya juga yang perbantukan dia di Persela, jadi urusan Janu sama saya, bukan dengan Persela,” kata Andi.

Ketika ditanya apakah setelah ini Andi akan membayarkan gaji Janu selama di Persela kepada keluarga Janu, Andi langsung naik pitam. “Siapa yang bilang gajinya terlambat? Coba saya tanya, mana datanya, kasih lihat ke saya. Yang tahu hanya saya dan Janu. Tidak ada urusan dengan Persela. Ini urusan pribadi Janu dengan saya,” kata Andi.

Serangan jantung

Pihak RS Islam (RSI) Jemursari memastikan kematian Miroslav Janu, akibat serangan jantung dan sempat dirawat selama dua jam. Kepastian itu disampaikan oleh dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) RSI Jemursari, dr Nurul Imaniati. “Hari ini (kemarin) ada pasien datang pukul 09.40 (WIB), 53 tahun, meninggal di UGD pukul 12.21 WIB. Sebab kematian serangan jantung. Tapi, untuk lebih jelasnya, saya tidak bisa bicara lebih banyak. Kami baru akan menerangkannya besok (hari ini) lewat jumpa pers resmi,” sebut Nurul.

Manajer Persebaya DU, Bambang Pramukantoro mengatakan, Janu hanya mengeluhkan sakit di dada sebelum minta dibawa ke rumah sakit. “Sebelumnya tidak ada gelagat aneh. Dia bilang pagi tadi bangun tidur pukul 09.30, lalu mandi dan baca koran di ruang tamu apartemennya. Setelah itu dia merasa dadanya sangat sakit, lalu dia minta petugas apartemen untuk antar ke rumah sakit terdekat,” terang Bambang, menjelaskan kronologi meninggalnya pelatih yang punya dua anak (laki-laki dan perempuan) itu.

Petugas apartemen lalu membawa Janu ke RSI Jemursari. Menurut asisten pelatih Tony Ho, pihak RSI memberikan pelayanan cukup baik. “Dia langsung ditangani. Terakhir kali saya dampingi dia, waktu diberi alat kejut listrik di dadanya. Ketika itu, saya langsung keluar dari ruangan (perawatan) karena tidak tega melihatnya,” tegun Tony.

Andi Darussalam juga mengaku kaget karena mengenal Janu sebagai orang dengan pola hidup sehat. “Dia sangat memperhatikan pola makannya,” kata Andi.

Tapi, sebenarnya, pola hidup Janu, bisa dibilang tidak sehat-sehat amat. Setidaknya, ia selalu merokok selepas memimpin latihan. Marlboro Light adalah kegemaran Janu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan