Mobdin DPRD Lamongan Dikembalikan
"Unsur pimpinan tidak boleh bawa pulang mobdin, makanya saya terpaksa harus beli mobil sendiri,"kata Husnul Aqib.
Laporan dari Hanif Manshuri wartawan surya
TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Setiap kebijakan selalu ada dampak, termasuk sikap DPRD yang mengembalikan semua mobdin.
Ada yang terpaksa langsung membeli mobil pribadi juga ada yang menyesali mobil miliknya keburu dijual karena sebelumnya dijanjikan mendapat jatah mobdin.
Tiga wakil rakyat yang spontan membeli mobil diantaranya, Wakil Ketua DPRD Husnul Aqib membeli Toyota Kijang rakitan 2005, Ketua Komisi D H Sulaiman membeli Isuzu Phanter dan H Ahmad Fatkhur, anggota Komisi B membeli Isuzu Phanter.
Sementara anggota Komisi A Ahmad Mahfud terpaksa membatalkan mobilnya Daihatzu Xenia yang telah di DP pembeli sebesar Rp 3 juta.
Selain tiga anggota dewan itu, masih ada wakil rakyat lainnya yang juga terpaksa beli mobil.
Sementara sejak tiga hari ini, Selasa, Rabu dan Kamis nampak para anggota dewan ramai - ramai membawa kendaraan pribadinya yang selama ini tak pernah dimunculkan. Puluhan kendaraan pribadi milik anggota dewan itu nampak berjajar terparkir di halaman gedung dewan.
"Unsur pimpinan tidak boleh bawa pulang mobdin, makanya saya terpaksa harus beli mobil sendiri,"kata Husnul Aqib.
Sementara itu, sekretariat dewan terpaksa masih harus meminjam 11 mobdin berusia tua untuk kepentingan dewan jika kunjungan sewaktu - sewaktu.
"Lha kalau tidak ada mobil terus gimana jika sewaktu - waktu ada acara kunjungan dewan,"kata H Avianto, staf Sekretariat dewan.
Tapi kesebelas mobil yang dipinjam sekretariat dewan itu mobil yang umurnya tua, bukan mobdin baru.
Data yang diperoleh Surya (tribunnews group) menunjukkan masih ada satu mobdin anggota dewan yang sampai hari ini belum juga dikembalikan.
"Orang masih diluar kota, saya sudah lima kali ke rumahnya tapi belum ketemu,"kata Avianto.