Selasa, 28 April 2026

Imlek, Pengrajin Lampion Kebanjiran Order

"Sekarang ini omzetnya sekitar 70 juta Rupiah. Tapi itu masih kotor, karena belum dikurangi pengeluaran untuk bayar gaji sembilan karyawan," tukasnya

Tayang:

Laporan dari Eben Haezer Panca  wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG – Mendekati tahun baru Imlek pada 10 Februari 2013 mendatang, para pengrajin lampion kebanjiran order (pesanan).
Bila pada hari-hari biasa order bulanan hanya mencapai kisaran angka 1000 unit, maka pada masa-masa menjelang Imlek jumlahnya meningkat hingga mencapai angka 4000 unit.

Hal ini seperti disebutkan Achmad Said (33), pengrajin dan pengusaha lampion asal Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kepada Surya Online (tribunnews group), bapak satu anak yang memiliki usaha berlabel Juanda Lampion di Jalan Ir H Juanda V ini, menyebutkan bahwa order lampion sudah ramai sejak pertengahan Desember 2012 silam.

“Ini baru saja selesai semua orderannya dan sudah dikirim. Sekarang tinggal mengerjakan orderan sisa-sisa saja buat dijual di Malang,” kata Achmad, Rabu (6/2/2013) siang.

Pemesanan lampion datang dari berbagai kota. Misalnya Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Malang. Dari empat kota itu, pesanan terbesar datang dari Jakarta, yakni sebanyak 3000 unit lampion.

Untuk setiap satu unit lampion, harga dipatok mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 25.000.  
Jumlah pesanan pada masa Imlek tahun ini juga dua kali lipat lebih banyak ketimbang pesanan pada masa Imlek 2012 silam yang hanya mencapai kisaran angka 2000 unit.

Dengan peningkatan order ini, praktis omzet yang diperoleh Achmad juga meningkat signifikan.

“Sekarang ini omzetnya sekitar 70 juta Rupiah. Tapi itu masih kotor, karena belum dikurangi pengeluaran untuk bayar gaji sembilan karyawan dan buat beli perlengkapan-perlengkapan seperti kain, kertas, rotan, kawat, dan lem,” ucap pria berambut gondrong ini.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved