Buaya yang Serang Muhlis hingga Tewas Ditemukan Mati Usai Warga Pasang Umpan Beracun
Salman mengaku sengaja memasang beberapa umpan beracun untuk melumpuhkan buaya yang meresahkan warga.
Ringkasan Berita:
- Seekor buaya yang menyerang Muhlis (50), warga di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, hingga meninggal dunia pada Kamis (24/4/2026) lalu ditemukan mati.
- Buaya sepanjang 2,8 meter itu ditemukan mengapung di Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung.
- Diduga buaya mati akibat memakan umpan beracun yang dipasang warga di pinggir sungai.
TRIBUNNEWS.COM, POLMAN – Seekor buaya yang menyerang Muhlis (50), warga di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, hingga meninggal dunia pada Kamis (24/4/2026) lalu ditemukan mati.
Buaya sepanjang 2,8 meter itu ditemukan mengapung di Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung.
Baca juga: Korban Diterkam Buaya di Malaka NTT Ditemukan Dalam Kondisi Tak Utuh Lagi
Diduga buaya mati akibat memakan umpan beracun yang dipasang warga di pinggir sungai.
Salman, warga yang memasang umpan beracun menyebut masih ada buaya lain yang berkeliaran di sungai tersebut.
"Ukurannya sekitar 2,8 meter, ditemukan mengapung di sungai. Masih ada buaya lain, ini buaya betina, ada anaknya juga yang berkeliaran sekitar satu meter," katanya.
Ia mengaku sengaja memasang beberapa umpan beracun untuk melumpuhkan buaya yang meresahkan warga.
"Saya pasang umpan yang diberi racun, itu yang dimakan. Saya pasang empat umpan beracun," ujarnya.
Bangkai buaya pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari kerikil di bantaran Sungai Mandar.
Bangkai buaya kemudian dievakuasi ke daratan oleh warga sekitar.
Dalam video yang beredar, bangkai buaya tersebut menjadi tontonan warga yang berdatangan ke lokasi.
Tubuh buaya tampak berwarna kecokelatan dengan bercak hitam tidak beraturan di seluruh bagian tubuhnya.
Bagian ekor dan punggung buaya terlihat bergerigi.
Bangkai buaya sudah dikuburkan oleh warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Buaya-Mati-Diracun-Warga_3.jpg)