BTN Targetkan Kredit Tumbuh 40%
Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Lampung menargetkan pertumbuhan kredit pada 2013 sebesar 40 persen atau sebesar Rp 400 milia
* Penyalurah Kredit 2012 Rp 300 Miliar
TRIBUNNEWS.COM BANDAR LAMPUNG,- Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Lampung menargetkan pertumbuhan kredit pada 2013 sebesar 40 persen atau sebesar Rp 400 miliar. Target tersebut jauh melampaui pertumbuhan kredit bank secara nasional yang disampaikan dalam rencana bisnis bank (RBB) sebesar 23,1 persen. Pada 2012, BTN Lampung membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 300 miliar.
Selain menargetkan pertumbuhan kredit yang tinggi, BTN Lampung juga menargetkan pertumbuhan penghimpunan dana sebesar Rp 300 miliar. Pada 2012, penghimpunan dana BTN Lampung mencapai Rp 100 miliar. Deputi Branch Manager Commercial BTN Lampung Adi Anggono mengatakan, sejumlah 75 persen dari target penyaluran kredit diperuntukkan bagi pembiayaan perumahan. Sedangkan sisanya merupakan kredit modal kerja dan investasi.
"Pangsa pasar kredit kami memang dominan untuk perumahan. Sedangkan sejumlah 25 persen terbagi untuk kredit investasi dan modal kerja, termasuk kredit usaha rakyat (KUR)," kata Adi di kantornya, Senin (18/2/2013).
Menurut dia, pembiayaan kredit perumahan dari BTN sebesar 50 persen merupakan pangsa pasar perumahan komersial, dan 50 persen tersalurkan untuk pembiayaan perumahan bersubsidi. "Kami 50:50 untuk pasar komersil dan subsidi," imbuhnya.
Secara nasional, BTN berencana meningkatkan porsi kredit produktif. Tahap awal 2013, BTN mengajukan komposisi 85 persen untuk kredit konsumer. Sedangkan sisanya mengalir ke kredit produktif khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudian tahun berikutnya sampai lima tahun ke depan, komposisi tersebut berubah menjadi 75 persen ke konsumer dan sisanya 25 persen ke UMKM. "Kami sudah menyerahkan action plan ke BI, sesuai kesepakatan manajemen dan Kementerian BUMN," kata Direktur Utama BTN Maryono, pertengahan Januari lalu di Jakarta.
Berdasarkan laporan keuangan BTN September 2012, komposisi kredit perumahan bank pelat merah ini sebesar 86,32 persen. Kredit tersebut terbagi untuk kredit rumah bersubsidi sebanyak 33,50 persen, kredit rumah nonsubsidi 34,45 persen, kredit konstruksi 11,51 persen, dan kredit perumahan lain 6,84 persen. Sedangkan, kredit nonperumahan mengalir ke konsumer sebesar 2,15 persen dan komersial 11,53 persen.
Tahun 2013, BTN akan membiayai rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 120.000 unit senilai Rp 10,2 triliun. Jika kebutuhan meningkat, BTN akan memperbesar lagi plafon dengan catatan ada pasokan rumah murah. "Kami juga mengkaji pembiayaan pengadaan tanah untuk pembangunan rumah," tambah Maryono.
BTN akan mengalirkan kredit ke UMKM sebesar 15 persen dari total kredit. Sektor yang dipilih seperti usaha pembuatan genteng, semen, batu bata, dan pasir. "Nanti, kredit yang dipinjamkan berupa modal kerja bukan konsumer," imbuh Maryono.(heribertus sulis-tribunlampung/ktn)
sidebar
Serahkan Tiga Mobil ke Unila
BTN Cabang Lampung menyerahkan tiga unit mobil ke Universitas Lampung (Unila) melalui program pengembangan operasional (PPO). Penyerahan kendaraan operasional tersebut diserahkan Branch Manager Abdul Firman kepada Rektor Unila Sugeng P Haryanto, Senin (18/2).
"Bantuan kendaraan operasional tersebut untuk menunjang kelancaran kegiatan di Unila. Semoga kedepan, BTN dapat meningkatkan kerja sama dengan Unila," kata Firman.
BTN telah menjalin kerja sama dengan 275 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Unila. Kerja sama tertuang dalam bentuk pembayaran SPP online, pemberian kredit tanpa agunan bagi karyawan, serta PPO.
Kerja sama dengan Unila telah terbangun sejak 2004. Sebelumnya, BTN juga telah memberikan bantuan PPO dalam bentuk penyerahan kendaraan mobil. Tahap pertama, BTN memberikan satu unit mobil Kijang LGX (2004), tahap kedua memberikan satu unit Avanza (2009), dan tahap ketiga satu unit Fortuner (2010). "Pemberian bantuan kali ini merupakan bantuan tahap keempat," imbuh Firman.(heribertus sulis/tribunlampung)