Harga BBM Naik
Pedagang Sayur di Jaksel Khawatirkan Efek Berantai Kenaikan Harga Pertamax
Pedegang khawatir kenaikan harga Pertamax memicu naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok.
Ringkasan Berita:
- Pedagang khawatir kenaikan harga Pertamax memicu naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok.
- Saat harga plastik kemasan naik beberapa waktu lalu, harga sayur-mayur juga ikut naik.
- Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga jual Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik harga menjadi Rp17.000 per liter.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang sayur di Jakarta Selatan mengkhawatirkan munculnya efek berantai pasca kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi Pertamina jenis Pertamax series mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Pedegang khawatir kenaikan harga Pertamax memicu naiknya harga-harga bahan kebutuhan pokok. "Pasti, pasti ada pengaruhnya, kalau sekarang mungkin belum kelihatan, tapi nanti pasti semuanya pada naik," kata Nurkholis, pedagang sayur-mayur saat ditemui di gerainya kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juni 2026.
Jika harga sayur-mayur ikut naik dikhawatirkan menurunkan daya beli pelanggannya. "Ibu-ibu biasanya yang ngeluh, udah harga bensin naik, harga sayur juga pada naik," kata dia.
Kholis lantas berharap, kenaikan bensin tidak juga terjadi untuk jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ida (57), pedagang sayur-mayur di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ida menyataan, kenaikan harga Pertamax cepat atau lambat akan berpengaruh pada melonjak harga bahan pokok.
Dia mencontohkan saat harga plastik kemasan naik beberapa waktu lalu, harga sayur-mayur juga ikut naik. "Kemarin saja pas plastik naik, ini (sayuran) udah pada ikut naik, apalagi kalau bensin yang naik," kata Ida. "Sekarang udah pada ngeluh ini, katanya ini mahal, ini mahal," ucapnya.
Baca juga: Pemilik Warung Makan Padang dan Warteg Keluhkan Naiknya Harga Bahan Pokok
Ida mengatakan, harga bumbu dapur seperti bawang putih, bawang bombay, serta semua jenis cabai sudah naik harga.
Nurkholis menambahkan, Pemerintah harus menjaga agar harga BBM tidak terus naik demi menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga: Siasati Mahalnya Pertamax, Pemilik Kendaraan di Bandung dan Bojonegoro Pindah ke Pertalite
"Kalau bagi kami, Pertalite sama solar jangan sampai naik, soalnya (kendaraan) yang bawa (sayur) bahan bakarnya pakai itu. Kalau harganya naik, pasti ngaruh banget," kata dia.
Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga jual BBM nonsubsidi mulai Rabu (10/6/2026). Harga Pertamax (RON 92) naik harga dari Rp12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik harga menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pedagang-sayur-nayur-Jaksel-OK.jpg)