Kamis, 30 April 2026

Dituduh Dukun Santet, Jesus Tewas Bersimbah Darah

Angrasis de Jesus, tewas bersimbah darah sangat mengenaskan disaksikan anak kandungnya, Regina de Jesus

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong

TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA--Kasus pembunuhan yang menimpa seorang janda, Minggu (17/2/2013), pukul 19.00 Wita, terjadi di Perkampungan Haliulun, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua. Korban atas nama, Angrasis de Jesus, tewas bersimbah darah sangat mengenaskan disaksikan anak kandungnya, Regina de Jesus. Korban mengalami luka robek di bagian kepala, tangan dan kaki putus. Sementara pelaku diduga dua orang melarikan diri.

Anak kandung korban, Regina de Jesus, kepada wartawan di Perkampungan Haliulun, Senin (18/2/2013), menuturkan, kasus pembunuhan ini bermula dirinya dan korban yang juga ibu kandungnya itu duduk di teras rumah. Ketika itu keduanya tengah bercerita sambil mengunyah sirih pinang. Secara mengejutkan, tutur Regina, datang sebuah kendaraan bermotor yang dikendarai dua orang langsung menebas muka korban dengan parang, sementara dirinya langsung lari menyelamatkan diri.

Korban sempat lari namun dikejar kedua pelaku dan menebas di bagian kaki hingga putus lalu menebas kedua tangan korban. Korban langsung tewas di tempat kejadian. "Saya lari sambil teriak minta tolong warga sekitar dan warga kemudian datang tapi pelaku melarikan diri. Warga kemudian menelepon polisi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk visum," jelas Regina.

Ketika ditanya apakah selama ini korban ada masalah dengan orang, Regina menuturkan, ibu kandungnya selama ini dituduh sebagai dukun santet oleh sebagian kalangan. Meski begitu, Regina meminta aparat polisi untuk mencari pelaku dan menghukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Disaksikan di rumah korban, warga berdatangan memberikan penghormatan terakhir buat korban. Isak tangis kerabat sangat memilukan. Rencananya jenazah korban akan dikuburkan dalam beberapa hari ke depan karena masih menunggu tua-tua adat dari kampung lain di Belu.

Kapolres Belu, AKBP Yudi Priyono, S.H ketika dikonfirmasi melalui Kabid Humas, IPTU Muhammad Azhar membenarkan kasus pembunuhan itu. Kini kasus tengah ditangani penyidik di Reskrim sambil terus mengusut oknum pelaku pembunuhan itu. *

Baca Juga :

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved