Sabtu, 30 Mei 2026

Blog Tribunners

Pemilu 2014

Serba-serbi Perekrutan Caleg

Jelang Pemilu 2014, saat ini parpol peserta pemilu mulai disibukkan

Tayang:
Penulis: Alex Palit
Editor: Widiyabuana Slay
zoom-inlihat foto Serba-serbi Perekrutan Caleg
Suasana Pendaftaran Caleg Partai Gerinda (Foto: Alex Palit)

TRIBUNNEWS.COM - Jelang Pemilu 2014, saat ini parpol peserta pemilu mulai disibukkan melakukan rekrutmen calon anggota legislatifnya lewat pola mekanisme masing-masing di internal partai. Satu di antara pola perekrutan caleg yang cukup menarik yaitu pola rekrutmen secara terbuka dengan pemasangan iklan di media sebagaimana dilakukan oleh Partai Gerindra. Ternyata pola rekrutmen terbuka dengan cara pasang iklan di media ini cukup banyak mendapat minat dari berbagai kalangan masyarakat.

Seperti diungkap oleh Ketua Umum Partai Gerindra – Suhardi, ada 2676 pendaftar untuk DPR RI, itupun belum termasuk pelamar caleg di DPRD I & II. Ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak orang tergiur berburu mengejar mimpi jadi caleg, terlepas apa motivasi atau alasan ideologis di balik pencalonan dirinya jadi caleg.

Di balik semua itu. Kalau  kita melongok hasil penelitian politisi PDI Perjuangan - Pramono Anung Wibowo, menyebutkan bahwa untuk bisa jadi anggota legislatif idealnya seorang caleg harus disandang modal dengan besaran berkisar antara Rp. 600 juta hingga Rp. 6 miliar. Sudah tentu kisaran besaran modal itu tergantung cakupan daerah pemilihan sebagai caleg DPRD I, DPRD II, atau DPR RI.  

Ironisnya, menurut Pramono Anung, banyak caleg berburu untuk menjadi anggota legislatif bukan dilandasi oleh motivasi ingin menjadi politisi untuk mengemban amanah memperjuangkan aspirasi rakyat atau memperjuangkan ideologi, melainkan lebih bermotif ekonomi. Tapi setidaknya itu kisaran besaran ongkos yang harus dipersiapkan dan dikeluarkan caleg untuk memenangi pertarungan dalam meraup suara di daerah pemilihannya.

Penelitian ini seakan meyakini bahwa untuk menjadi caleg tidak cukup bermodal idealisme atau popularitas figurisasi ketokohan, masih ada persyaratan lain yang justru dianggap paling penentu yaitu ketersediaan fulus. “Jangan bicara soal idealisme, mari bicara berapa banyak uang di kantong kita, “ begitu sindir Iwan Fals lewat cuplikan lirik lagu ‘Jangan Bicara’.

Terlepas dari hasil penelitian politisi PDI Perjuangan ini. Semoga pola rekrutmen caleg secara terbuka lewat pemasangan iklan di media oleh Partai Gerindra ini akan melahirkan dan menghasilkan kader berkualitas berbekal semangat idealisme dalam membawa solusi perubahan.

Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, pelamar iklan caleg Partai Gerindra

TRIBUNNERS TERBARU

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved