Punya Utang Hingga Rp 10 Triliun, Kuasa Hukum Merpati: Tak Semuanya Adalah Hak Tagih

"Ada beberapa yang kita akui punya utang. Tapi ada beberapa yang kita tolak, karena memang tidak ada hak menagih atau memang tak ada tagihan"

Punya Utang Hingga Rp 10 Triliun, Kuasa Hukum Merpati: Tak Semuanya Adalah Hak Tagih
Kompas.com
ILUSTRASI : Tepat tanggal 7 Mei 2011, pesawat MA-60 yang dioperasikan maskapai penerbangan Merpati Nusantara mengalami kecelakaan di laut dekat Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat. 

Laporan Reporter Kontan, Anggar Septiadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Batas akhir pendaftaran tagihan kepada PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) (dalam PKPU sementara), Kamis (8/3/2018) lalu menyatakan utang MNA mencapai hampir Rp 10 triliun.

Namun kuasa hukum MNA Rizki Dwinanto menyatakan bahwa tak seluruh tagihan tersebut diakui MNA.

"Ada beberapa yang kita akui punya utang. Tapi ada beberapa yang kita tolak, karena memang tidak ada hak menagih atau memang tak ada tagihan," katanya saat dihubungi KONTAN, Rabu (13/3/2018).

hingga saat ini, Rizki menyebutkan pihaknya tengah mendata siapa saja pemilik utang tersebut dan berapa jumlahnya. Meski demikian, Ia masih enggan merinci lebih lanjut tagihan mana yang diakui maupun ditolak MNA.

"Itu nanti kita diskusikan dengan pengurus, kemarin kita sepakat sampai 19.Maret, kita bicara tagihan dulu, sama jumlah kreditur. Jadi sekarang memang masih pra-verifikasi," sambungnya.

Baca: Pengacara: Gatot Sudah Nikahi CT Sebelum Lakukan Persetubuhan

Baca: KOPEL: Jangan Terus Bikin Akrobat Politik, Presiden Jokowi Harus Tanggung jawab Selesaikan UU MD3

Senin (19/3/2018) mendatang merupakan mulainya proses pencocokan utang alias verifikasi. Sementara itu dalam prosesnya PKPU ini, sudah dilakukan beberapa kali rapat kreditur, pertama pada 15 Febri lalu.

"Ini kita juga kemarin  rapat kreditur di Jakarta, dan hari ini (15/3) di Surabaya," kata salah satu tim pengurus PKPU MNA Beverly Charles Panjaitan saat dihubungi KONTAN, Rabu (13/3/2018).

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help