Kementerian BUMN Sebut Harga Avtur di Indonesia Sudah Sangat Kompetitif

Menurutnya persaingan harga itu sangat terasa di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Kementerian BUMN Sebut Harga Avtur di Indonesia Sudah Sangat Kompetitif
Tribunnews/Ria Anatasia
Truk Pertamina pengangkut bahan bakar avtur di Bandara Labuan Bajo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menyebut harga avtur mengalami penurunan sejak November 2018.

Menurutnya persaingan harga itu sangat terasa di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

“Harga avtur sangat kompetitif. Kita hanya nomor tiga se-Asia Tenggara,” ujar Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menanggapi soal pemanggilan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati ke Istana Negara untuk menanyakan dugaan monopoli avtur, Kementerian BUMN enggan merespons detil.

“Saya tidak bisa menjawab ya,” tambahnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengaku kaget harga jual avtur Pertamina bisa begitu mahal yang membuat harga tiket pesawat terbang melambung dan banyak hotel sepi tamu.

Dia menyatakan akan memanggil Direktur Utama Pertamina setelah mendengar keluhan pengusaha hotel terkait mahalnya harga avtur yang berakibat pada tingginya harga tiket pesawat dan sepinya kamar-kamar hotel di daerah.

"Berkaitan dengan harga tiket pesawat. Saya terus terang juga kaget. Dan malam hari ini saya juga baru tahu dari Pak Chairul Tanjung, mengenai avtur, yang ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," ujar Jokowi saat menghadiri perayaan HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Ini nanti besok (Selasa 12 Februari) saya akan undang Dirut Pertamina," kata Jokowi.

Ia menyadari akibat monopoli avtur oleh Pertamina mengakibatkan tingginya bahan bakar pesawat itu.

Karena itu, ia berencana memberi dua pilihan kepada Pertamina, yakni menurunkan harga atau mengizinkan perusahaan minyak lainnya untuk menjual avtur.

Ia meyakini dua pilihan itu akan membuat harga tiket pesawat menjadi lebih kompetitif sehingga tercipta efisiensi.

"Pilihan-pilihannya hanya itu. Sudah, enggak ada yang lain. Karena memang ini sangat mengganggu sekali. Saya ini memang kemarin melihat banyak keluhan itu tapi saya belum, ini apa kok tahu-tahu naik dan naiknya setinggi itu," ujar Jokowi.

"Bandingkan harga avtur di situ dengan yang dekat kita, terpaut 30 persen. Itu yang harus dibenahi sehingga kalau harga sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, competitiveness. Kalau ini diteruskan pengaruhnya ke harga tiket pesawat, karena harga avtur itu 40 persen cost," kata dia.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved