Zaitokukai: Ada 70 Ribu PSK Korea di Jepang

Masalah Yugun Ianfu atau wanita penghibur tentara Jepang di saat perang dunia kedua--terutama dari Korea--masih diributkan sampai kini.

Zaitokukai: Ada 70 Ribu PSK Korea di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Makoto Sakurai di kantor Zaitokukai Akihabara Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masalah Yugun Ianfu atau wanita penghibur tentara Jepang di saat perang dunia kedua--terutama dari Korea--masih diributkan sampai kini. Akibatnya hubungan Jepang-Korea masih tegang.

Organisasi sayap kanan, nasionalis Jepang, Zaitokukai ikut mengomentari hal ini. Bahkan menurut organisasi ini sekarang sekitar 50.000 hingga 70.000 PSK Korea diekspor ke Jepang.

"Itu masalah Yugun Ianfu wanita Korea sebenarnya para PSK bukan mereka? Mengapa mesti diributkan sih?" papar Makoto Sakurai kelahiran Fukuoka, lulus SMA di Fukuoka dan Universitas di Tokyo, khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (12/11/2014) di Kantor Sekretariat Zaitokukai di kawasan Akihabara Tokyo.

"Lihat saja daerah Uguisudani di Tokyo itu. Bukan main itu semua daerah dikuasai para PSK, kemana-mana di sana PSK Korea. Sekitar 50.000 sampai 70.000 PSK Korea diekspor ke Jepang tampaknya, aneh kan? Lalu kawin dengan orang Jepang, punya anak menetap di Jepang, lalu harus dibantu pemerintah Jepang untuk tunjangan hidupnya, kan aneh itu pemerintah Jepang mesti bantu orang yang kotor begitu," katanya.

Jadi menurutnya orang Korea sendiri mesti berkaca diri melihat dirinya, jangan mengeluh mengkritik melulu pemerintah Jepang.

"Sudah enak dibantu pemerintah Jepang dengan biaya kehidupan, masih mengkritik melulu, pulang saja ke Korea! Tidak ada rasa malu apa mereka ya?" tekannya.

Sakurai mengatakan pemerintah Jepang terlalu manis selama ini dan itu harus dibenahi, tidak boleh ada perlakuan khusus terhadap keturunan Korea di Jepang.

Zaitokukai yang kini beranggotakan 15.197 orang juga tidak 100 persen orang Jepang, ada sekitar 6 orang keturunan Korea.

"Kita punya anggota sekitar enam orang keturunan Korea. Mereka lahir dan dibesarkan di Jepang dan bergabung ke Zaitokukai karena cinta kepada Jepang, ingin membersihkan Jepang dari kotoran-kotoran hal-hal yang tidak benar yang pemerintah lakukan terlalu manis selama ini kepada khususnya keturunan Korea dan Tiongkok," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help