Zaitokukai Ingin Jepang Tiru Indonesia Perlakukan Warga Asing

Kelompok nasionalis Jepang, Zaitokukai berharap pemerintah Jepang meniru Pemerintah Indonesia dalam memperlakukan warga negara asing.

Zaitokukai Ingin Jepang Tiru Indonesia Perlakukan Warga Asing
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Makoto Sakurai di kantor Zaitokukai Akihabara Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kelompok nasionalis Jepang, Zaitokukai berharap pemerintah Jepang meniru Pemerintah Indonesia dalam memperlakukan warga negara asing. Perlakuan keras dan tidak bersikap terlalu manis.

Zaitokukai adalah kelompok nasionalis Jepang, saat ini sedang ramai dibicarakan di Jepang karena isu hate speech, pidato kebenciannya terhadap keturunan Korea dan Tiongkok.

Kelompok ini berharap pejabat Indonesia menyampaikan pesan tersebut kepada pejabat Jepang agar tidak terlalu manis terhadap orang asing. Sama seperti Indonesia memperlakukan orang asing dengan sewajarnya saja.

"Jepang terlalu manis terhadap orang asing terutama keturunan Korea dan Tiongkok dengan perlakuan khususnya. Kita mau Jepang kibishi (keras) terhadap mereka, jangan manis-manis," papar Makoto Sakurai atau Makota Takada nama aslinya.

Selama ini menurutnya, Jepang terlalu banyak membantu orang keturunan Korea di Jepang, banyak subsidi khusus, pajak juga lunak kepada mereka, padahal mereka banyak mengotori Jepang dengan berbagai hal dan mengkritik Pemerintah Jepang di sana-sini.

"Mendingan pulang saja ke negaranya orang yang demikian. Sudah banyak dibantu Pemerintah masih rewel dan mengotori Jepang dengan ekspor pelacurnya dan sebagainya," kata Sakurai.

Oleh karena itu Sakurai melihat Pemerintah Jepang terlalu manis terhadap mereka dan perlu dibisiki oleh pejabat Indonesia biar sadar.

"Sampaikan ke pejabat Indonesia atau senior Indonesia kalau ke Jepang bertemu Pemerintah Jepang, jangan jadi negara manis, lihatlah Indonesia yang kibishi, biasa saja memperlakukan orang asingnya, bahkan mungkin sulit masuk persyaratan ketat bagi orang asing yang mau tinggal di Indonesia. Itu bagus," katanya lagi.

Zaitokukai didirikan tanggal 2 Desember 2006 oleh anggota masyarakat Jepang yang cinta negerinya, untuk menguatkan nasionalisme bangsanya, tidak terkait organisasi politik mana pun. Didirikan oleh Makoto Sakurai sejak awal hingga kini bermarkas di Akihabara Tokyo.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help