Pasukan Anti Teroris Jepang Segera Dikirim ke Luar Negeri
Pasukan Anti Teroris Jepang (TRT-2 atau Terrorism Response Team-2) akan dikirimkan segera ke luar negeri.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pasukan Anti Teroris Jepang (TRT-2 atau Terrorism Response Team-2) akan dikirimkan segera ke luar negeri jika ada warga Jepang yang ikut menjadi korban di suatu negara seperti yang terjadi di Dhaka Bangladesh baru-baru ini.
"Jepang pasti segera mengirimkan pasukan anti terornya segera ke luar negeri kalau ada korban atau ancaman kepada warga Jepang khususnya yang ada di luar negeri," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (2/7/2016).
TRT-2 juga akan ke Peru terutama ke rumah kediaman Duta Besar Jepang di Peru, di mana tim tersebut dibentuk tahun 1998, terdiri dari polisi nasional maupun polisi regional Jepang.
Badan Kepolisian Nasional Jepang membentuk task force (satuan tugas) khusus yang akan langsung bertanggung jawab kepada Direktur Keamanan Jepang dan mengirimkan segera ke lokasi kejadian.
Pengiriman ini juga dilakukan terhadap ancaman yang terjadi terhadap wartawan lepas yang dibunuh kalangan ISIS akan diterjunkan secepatnya baik ke Tunisia, Algeria dan sebagainya.
"Ancaman pembunuhan terhadap wartawan lepas Junpei Yasuda juga ada kemungkinan diantisipasi dengan pengiriman pasukan anti teroris Jepang ini secara diam-diam," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/markas-kepolisian-nasional-jepang-di-kasumigaseki-tokyo-jepang_20160702_103823.jpg)