Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pengamat: Persepsi ‘Menang Konflik’ Hambat Peluang Kesepakatan Damai Iran dan AS

Negosiasi Iran dan AS disebut berpeluang lanjut di Islamabad, namun isu uranium dan sanksi masih jadi hambatan utama.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Pengamat menilai peluang kesepakatan Iran dan Amerika Serikat masih terbuka meski kedua pihak merasa berada di posisi unggul pascakonflik. 
  • Negosiasi lanjutan dikabarkan akan digelar di Islamabad, Pakistan, dengan pembahasan utama terkait program nuklir Iran, Selat Hormuz, serta kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi AS

TRIBUNNEWS.COM - Peluang tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat dinilai masih terbuka, meski proses negosiasi menghadapi tantangan besar akibat perbedaan persepsi politik di kedua pihak.

Direktur Program Studi Timur Tengah di George Washington University, Sina Azodi, mengatakan baik Iran maupun Amerika Serikat sama-sama serius untuk mencapai kesepakatan.

Namun, masing-masing pihak merasa berada dalam posisi unggul setelah konflik yang terjadi.

“Baik Iran maupun Amerika datang ke meja perundingan dengan persepsi bahwa mereka baru saja memenangkan perang, sehingga merasa tidak terlalu perlu memberikan konsesi,” ujar Azodi kepada Al Jazeera.

Menurut Azodi, Iran memang mengalami banyak tekanan dan serangan selama konflik berlangsung. Namun, dari sudut pandang Teheran, tujuan utama mereka adalah mempertahankan keberlangsungan negara dan pemerintahan, yang dinilai berhasil dicapai.

“Iran menerima banyak serangan, tetapi pada akhirnya tujuan mereka adalah bertahan dalam konflik, dan itu berhasil mereka lakukan,” katanya.

Sementara di pihak Amerika Serikat, pernyataan Presiden Donald Trump terkait penghancuran kekuatan angkatan laut Iran dan pelemahan kapasitas rudalnya disebut memperkuat keyakinan di Washington bahwa AS berada di pihak pemenang.

Azodi menilai, salah satu kunci utama untuk membuka jalan menuju kesepakatan baru adalah penyelesaian isu program pengayaan uranium Iran.

“Saya percaya jika persoalan kapasitas pengayaan uranium Iran bisa diselesaikan, misalnya melalui penghentian sementara pengayaan uranium dalam jangka waktu yang disepakati kedua pihak, maka peluang tercapainya kesepakatan akan sangat besar,” ujarnya.

Isu pengayaan uranium selama ini menjadi salah satu titik utama perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat dalam pembahasan program nuklir Tehran.

Baca juga: Timur Tengah Memanas: Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Dragon Lakukan Misi di Selat Hormuz Iran

AS dan Iran Dikabarkan Lanjutkan Negosiasi Pekan Depan di Islamabad

Pemerintah Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah mempersiapkan kelanjutan perundingan yang kemungkinan berlangsung pekan depan di Islamabad, Pakistan.

Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal pada Jumat (9/5/2026) dengan mengutip sumber yang mengetahui proses pembahasan antara kedua negara.

Menurut laporan itu, AS dan Iran bersama negara mediator sedang menyusun memorandum kesepahaman satu halaman yang memuat 14 poin sebagai dasar negosiasi selama satu bulan untuk mengakhiri ketegangan konflik.

“Negosiasi dapat dimulai kembali paling cepat pekan depan di Islamabad, Pakistan,” tulis laporan tersebut.

Dokumen pembahasan disebut mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari program nuklir Iran hingga akses pelabuhan dan jalur perdagangan laut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved