ISIS Bantah Bahrumsyah Telah Tewas

ISIS membantah kabar soal kematian pentolannya asal Indonesia, Bahrumsyah yang dikabarkan tewas di Suriah.

ISIS Bantah Bahrumsyah Telah Tewas
Straits Times/SCREENGRAB: TRAC/YOUTUBE
Bahrumsyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, ALEPPO - ISIS membantah kabar soal kematian pentolannya asal Indonesia, Bahrumsyah yang dikabarkan tewas di Suriah.

Sejumlah media Arab menyebut Bahrumsyah tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri pada 13 Maret lalu di Palmyra, Suriah.

Bahrumsyah yang juga dikenal dengan nama Abu Muhammad Al Indonesiy, dikatakan tewas lantaran mobil berisi bom yang ia kendarai untuk menyerang tentara Suriah tiba-tiba meledak.

Namun, kabar tersebut kemudian dibantah kantor berita resmi ISIS, Amaq Agency, dikutip Asian Correspondent, Senin (20/3/2017).

"Berita itu palsu. (Bahrumsyah) masih sehat dan bugar," demikian laporan Amaq Agency.

Padahal, sebelumnya kantor berita yang sama telah menyatakan Bahrumsyah memang gugur dalam misi serangan bom bunuh diri itu.

Amaq Agency, dikatakan Straits Times, telah mengonfirmasi kematian Bahrumsyah yang sejatinya dianggap berhasil membahayakan musuh.

Bahrumsyah dikenal sebagai komandan ISIS asal Indonesia yang berbasis di Suriah yang menjadi satu dari tiga WNI yang berposisi cukup tinggi di hierarki kelompok ISIS di Suriah.

Sebagai pimpinan ISIS untuk pejihad Indonesia, Bahrumsyah dianggap memiliki kuasa untuk memerintahkan eksekusi serangan di Indonesia.

Sebelumnya, Bahrumsyah merupakan pemimpin dari kelompok militan Indonesia - Malaysia Katibah Nusantara yang dibentuk 2014 lalu.

Bahrumsyah juga diketahui merupakan mantan anggota kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang menjadi kunci pembentuk kelompok Katibah dan ancaman bagi Asia Tenggara.

Peneliti terorisme Ridlwan Habib pernah mengatakan pada Tribunnews sekitar 2014 lalu bahwa Bahrumsyah pernah memakai nama Abu Muhammad Al Indonesiy sebagai identitasnya.

Nama Bahrumsyah cukup disorot media asing yang kerap menganggap dirinya sebagai ancaman. (Straits Times)

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help