Bos Kobe Steel Jepang Akhirnya Minta Maaf Atas Penipuan Data Produk Perusahaan

Chairman sekaligus CEO Kobe Steel Jepang, Hiroya Kawasaki akhirnya meminta maaf atas penipuan data produknya yang tersebar ke berbagai perusahaan.

Bos Kobe Steel Jepang Akhirnya Minta Maaf Atas Penipuan Data Produk Perusahaan
NHK
Chairman sekaligus CEO Kobe Steel Jepang, Hiroya Kawasaki (kanan rambut putih menunduk) meminta maaf kepada pemerintah Jepang diwakili Akihiro Tada, Direktur Biro Industri Manufaktur (kiri) dari Kementerian Ekonomi Industri dan Perdagangan (METI). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Chairman sekaligus CEO Kobe Steel Jepang, Hiroya Kawasaki akhirnya mendatangi Kementerian Ekonomi Industri dan Perdagangan (METI) Jepang meminta maaf atas penipuan data produknya yang tersebar ke berbagai perusahaan Jepang.

"Kami minta maaf sedalamnya atas kasus ini dan akan melakukan penanggulangan menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan dan konfirmasi produk yang dikirim. Kami akan merencanakan analisis penyebab menyeluruh dan melakukan pencegahan agar hal serupa tak terulang lagi di masa depan," kata Hiroya Kawasaki di hadapan Akihiro Tada, Direktur Biro Industri Manufaktur METI, Kamis (12/10/2017).

Selain itu pria kelahiran 4 Agustus 1954 ini juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang memperhatikan kasus ini dan sekaligus prihatin tentang ketidakadilan kualitas.

Baca: Dianggap Menjelekkan Nama Baik Kampus, Profesor Universitas Gunma Jepang Dipecat

"Sekali lagi kami mohon maaf sedalamnya atas terjadinya hal ini," kata Kawasaki.

"Kami cukup terguncang juga saat mendengar kasus ini dan di lain kesempatan perlu dijaga hubungan yang adil dan lebih baik lagi. Kami menganggap serius masalah yang terkait dengan industri manufaktur di Jepang," kata Akihiro Tada, Direktur Biro Industri Manufaktur METI.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, Kawasaki berjanji akan mengumumkan hasil verifikasi keamanan produk dalam waktu sekitar dua minggu, sekaligus analisis penyebab menyeluruh dalam waktu satu bulan.

Tanggal 8 Oktober lalu terungkap data inspeksi materi produk aluminium dan tembaganya dipalsukan, kekuatannya tidak sesuai dengan data yang ada atau diterima berbagai pembelinya.

Diduga kuat masalah pada bubuk besi yang dikorupsi datanya, dibeli oleh anak perusahaan Kobe Steel.

"Kemungkinan bahwa sebuah korupsi memang terjadi dan ditemukan tidak dapat dipungkiri," tambah Kawasaki.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help