Kebakaran Besar Jepang Habiskan Sedikitnya 30 Rumah, Tak Ada Korban

Deretan toko sedikitnya 30 rumah habis terbakar sejak kebakaran mulai sekitar jam 15:50 sore ini.

Kebakaran Besar Jepang Habiskan Sedikitnya 30 Rumah, Tak Ada Korban
NHK
Kebakaran besar di kota Akashi perfektur Hyogo sejak sore jam 15:50 hingga jam 21:00 masih terus berlangsung 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kebakaran besar terjadi di kota Akashi Perfektur Hyogo sore (15:50) hingga malam hari ini (25/10/2017). Sedikitnya 30 rumah habis terbakar dan api belum bisa dipadamkan hingga jam 21:00 waktu Tokyo.

"Deretan toko sedikitnya 30 rumah habis terbakar sejak kebakaran mulai sekitar jam 15:50 sore ini. Namun tak ada korban jiwa karena rumah yang terbakar kebanyakan memang cukup banyak yang telah dikosongkan sejak lama," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (25/10/2017).

Deretan toko Pasar Ozakura di Kuranaka-cho, Akashi terbakar dan api cepat membesar dan menjalar ke sekitarnya karena angin kencang dari utara ke selatan ikut menghembuskan dan memperbesar penjalaran api ke mana-mana.

Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan tetapi hingga malam sekitar jam 21:00 waktu Jepang (19:00 wib) masih api masih tetap saja belum 100% padam karena angin terus menerus menerpa daerah kejadian kebakaran.

Tempat perbelanjaan tua tersbeut dengan luas sekitar 80 meter x 80 meter dari utara ke selatan, praktis habis terbakar api yang cepat meluas. Bahkan malam ini api tampaknya masih menjalar lagi kepada empat toko lainnya.

Sedikitnya tanah seluas 2.600 meter persegi ludes terbakar sehingga mirip rata dengan tanah saat ini. Selain tempat perbelanjaan toko, juga ada 9 rumah tinggal ada yang kena terbakar.

Sedikitnya 42 orang akhirnya ikut diungsikan saat ini ke sekolah dasar yang ada di dekatnya.

Tidak ada yang meninggal dan tidak ada yang terluka.

Polisi masih terus membantu menjauhkan masyarakat dari lokasi bahaya tersebut dan berupaya mencari tahu penyebab kebakaran lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help