Pemadam Kebakaran Jepang Perkenalkan Turniket Baru Antisipasi Terorisme

Tekanan ini dipindahkan ke dinding pembuluh darah, menyebabkannya tersumbat sementara atau dibatasi.

Pemadam Kebakaran Jepang Perkenalkan Turniket Baru Antisipasi Terorisme
Richard Susilo
Alat Turniket untuk segera hentikan pendarahan bagi korban yang terluka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemadam kebakaran Tokyo Jumat ini (17/11/2017) memperkenalkan alat turniket baru untuk mengantisipasi segera secara darurat para korban yang terluka guna menghentikan pendarahan dengan cepat.

"Pihak pemadam kebakjaran Tokyo akan mulai menggunakan alat khusus turniket yang baru ini mulai Januari 2018 bagi penanganan darurat dan juga apabila terjadi aksi terorisme. Dengan demikian dapat meningkatkan inisiatif dan antisipasi segera darurat terhadap suatu hal darurat," papar Profesor Yoshihiro Yamaguchi dari universitas Kyorin Medis yang menjadi penceramah dalam pengenalan turniket baru tersebut Jumat ini (17/11/2017).

Pihak pemadam kebakaran akan menggunakan alat ini khususnya saat Olimpiade 2020 mendatang dan dalam seminar pengenalan hari ini sekitar 300 orang hadir mendengarkan cara penggunaan dan antisipasi apabila terjadi terorisme di Shiba Minatoku Tokyo.

Penggunaan turniket ini menurut Yamaguchi sudah populer di Amerika Serikat saat terjadi terorisme sebagai metode untuk menghentikan pendarahan.

Dengan menggunakan turniket ini, tekanan dioleskan secara melingkar di sekitar sebagian anggota badan di lokasi yang diinginkan.

Tekanan ini dipindahkan ke dinding pembuluh darah, menyebabkannya tersumbat sementara atau dibatasi.

Dalam pengaturan operasi, sebuah turniket digunakan untuk menutup aliran darah arteri setelah ekskutan untuk menghasilkan medan operasi yang relatif tidak berdarah dan untuk meminimalkan kehilangan darah.

Dalam keadaan darurat, sebuah turniket digunakan menghentikan pendarahan traumatis sehingga perawatan medis dapat diberikan pada waktunya sebelum lukanya lebih besar lagi karena turniket dapat membatasi aliran darah arteri pada tekanan yang konsisten dan aman untuk jangka waktu yang singkat selama latihan intensitas rendah untuk lebih cepat meningkatkan ukuran dan kekuatan otot.

Sebuah turniket primitif dapat dibuat dari tongkat dan tali (atau sabuk kulit).

Tali dibuat menjadi sebuah lingkaran yang pas di atas tungkai yang rusak dan tongkatnya dimasukkan melalui loop. Lingkaran diperketat dengan memutar tongkat.

Perangkat primitif dapat membendung aliran darah namun efek samping seperti kerusakan jaringan lunak dan kerusakan saraf dapat terjadi karena penerapan tekanan yang tidak diketahui, tidak terkendali dan terlalu tinggi dan gradien tekanan.

Namun dengan alat turniket baru ini kerusakan jaringan tersebut dapat jauh dikurangi dengan baik.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help